Mengetahui Perbedaan Lemak dan Kalori

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Lemak dan kalori seringkali sulit dibedakan. Banyak orang mengkonsumsi lebih banyak kalori sehingga membentuk jaringan lemak. Apabila kita mengkonsumsi kalori dalam jumlah lebih sedikit, maka bisa digunakan untuk mendukung tingkat energi.

Perbedaan Antaraa Lemak dan Kalori

Lemak merupakan komponen yang larut di dalam cairan organik dan tidak bisa larut di dalam air biasa. Ada beberapa jenis lemak ialah sebagai berikut:

Lemak

  1. Berbagai jenis lemak yang dapat ditemukan di dalam makanan yang termasuk ke dalam makanan lemak tak jenuh (unsaturated fat) yang terdiri dari monounsaturated dan polyunsaturated fat. Selanjutnya ada lemak trans, lemak cis, asam lemak omega, dan lemak jenuh (saturated fat) yang sangat rentan terhadap penyakit jantung.
  2. Sebaiknya asupan lemak bisa dinikmati oleh orang dewasa 15-30 persen dari seluruh total kalori. Tapi bergantung juga dengan aktivitas fisik yang dilakukan oleh pengkonsumsinya juga.

Kalori

  1. Kalori merupakan satuan untuk energy yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan fungsinya serta beraktivitas. Energi yang didapatkan dari makanan memiliki kalori dengan jumlah berbeda-beda.
  2. Perbedaan kalori pada makanan ditentukan dari nilai gizi yang ada di dalamnya. Zat gizi yang mengandung kalori paling tinggi ialah lemak, karbohidrat, dan protein.
  3. Faktor penentu asupan kalori seseorang tergantung pada beberapa faktor, seperti usia, kelamin, berat badan, tinggi badan, dan aktivitas.
  4. Kebutuhan kalori masing-masing individu memang berbeda-beda, bergantung dengan jumlah kalorinya. Kebutuhan kalori sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh agar dapat berjalan dengan baik. Kebutuhan kalori juga sangat baik untuk menaikkan atau menurunkan berat badan.

Kolesterol

  1. Kolesterol diproduksi tubuh untuk mempercepat pembentukan sel dan membran di area sel sebagai pelindungnya. Intinya,  kolesterol bukan termasuk lemak, tapi merupakan senyawa kimia yang mudah diproduksi oleh hati. Kolesterol bisa ditemukan juga di dalam telur, keju, mentega, dan daging merah yang mengandung banyak berlemak. Kolesterol memang banyak dibutuhkan, tapi resiko mengkonsumsi kolesterol dalam jumlah yang berlebihan sangat beresiko terhadap penyakit jantung.
  2. Cara mengukur kolesterol ialah dengan menggunakan panduan LDL (kolesterol jahat) dan HDL (kolesterol baik). LDL seseorang biasanya maksimal sebanyak 130 miligram dan HDL juga sebanyak angka 70 miligram. Kombinasi dianatara keduanya memang tidak boleh melebihi 200 miligram.

Pada intinya lemak merupakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Tapi dilihat dulu dari segi jenis lemaknya. Apabila lemak tak jenuh, tentunya sehat bagi tubuh. Sedangkan lemak jenuh dan lemak trans tidak baik bagi tubuh.

Selanjutnya untuk kalori, kalori merupakan nutrisi yang tidak boleh dihisap oleh tubuh secara berlebihan karena dapat menimbulkan banyaknya kolesterol. Kolersterol yang berlebihan akan membuat tubuh menjadi banyak penyakit dan tidak sehat. Masalah penyakit yang sering dialami oleh para pemilik kolesterol yang besar ialah penyakit jantung, obesitas, darah tinggi, stroke, dan lain sebagainya.

Demikian informasi mengenai perbedaan lemak dan kalori. Semoga bermanfaat bagi para Pembaca. (MLS)


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here