SehatFresh.com – Kehadiran buah hati di tengah keluarga menyebabkan perubahan ritme kehidupan sosial dalam keluarga, terutama ibu. Sang buah hati memerlukan perhatian khusus sepanjang siang dan malam, hal ini sangat menguras energi ibu. Waktu istirahat menjadi berkurang, sehingga daya tahan ibu melemah dalam menghadapi masalah dan timbulah depresi.
Depresi setelah melahirkan bisa terjadi kapan pun pada tahun pertama setelah melahirkan, penyebab tidak diketahui. Perubahan fisik dan hormonal setelah melahirkan serta stres akibat merawat bayi dapat berperan dalam terjadinya gangguan ini. Wanita yang pernah mengalami depresi sebelum kehamilan memilik resiko yang lebih tinggi. Untuk itu, wanitayang telah memiliki depresi sebelum hamil harus memberitahukan kepada dokter mengenai hal tersebut selama kehamilan.
Berbagai stres juga dapat mempengaruhi terjadinya depresi setelah melahirkan, misalnya stres karena memiliki bayi, stres akibat kesulitan saat persalinan, kurang tidur dan merasa terasing. Kurangnya dukungan sosial dan pernikahan yang tidak harmonis juga meningkatkan kemungkinan untuk terjadinya depresi setelah melahirkan.
Adapun cara untuk mengatasi stres pada ibu baru :
- Bermain dengan bayi
Menatap si kecil yang masih lugu serta mengajaknya bermain-main akan meluluhkan rasa stres Anda. Ajaklah bicara, nyanyikan lagu untuknya, tataplah matanya serta kecuplah sepuas-puasnya. Segala kelelahan Andapun akan segera hilang.
- Jalan-jalan
Saat merawat bayi yang baru lahir, satu hari akan terasa sangat lama. Jadi berjalan-jalanlah di sekitar rumah bersama buah hati. Perubahan pemandangan, ditambah udara segar, dan olahraga ringan akan mengangkat suasana hati Anda dan si bayi. Berjalan-jalan juga akan membantu Anda untuk bersosialisasi dengan lingkungan, sambil memperkenalkan buah hati Anda kepada tetangga.
- Diet sehat
Kebanyakan dari ibu yang baru melahirkan seringkali melewatkan makan karena terlalu sibuk mengurus bayinya. Tapi, ingat bahwa makanan yang bergizi sangat penting untuk menjaga Anda tetap sehat. Ini akan membantu Anda mengatasi stres pasca melahirkan juga.
- Dukungan dari pasangan
Dukungan dari suami dan keluarga terdekat secara signifikan akan mempengaruhi kualitas pemulihan selama depresi pasca-melahirkan. Dukungan emosional terutama dari suami dapat menimbulkan rasa aman dan nyaman, sehingga Anda merasa dicintai dan diperhatikan. Selain itu, sedikit apresiasi dari suami juga akan membuat Anda merasa dihargai dan memiliki keyakinan menjalankan peran sebagai seorang ibu.
Tapi, meskipun sudah berusaha namun suami masih belum memahami depresi Anda, cobalah mengadakan pendekatan dengan orang lain. Teman-teman, kerabat dan dukungan kelompok dapat memberikan bantuan yang sangat berharga.
- Tidur
Mungkin Anda tidak dapat tidur teratur selama 8 jam sehari seperti dahulu, ditambah lagi Anda harus bangun setiap 2-3 jam untuk menyusui bayi Anda. Curilah waktu di sela-sela semua kesibukan tersebut untuk tidur pulas. Ketika bayi Anda tidur, Anda juga harus tidur.
- Konseling
Anda dapat melakukan konseling dengan ahli di bidang kesehatan mental sehingga dapat mengatasi perasaan dan masalah yang sedang dihadapi. (KKM)









































