Penyebab dari Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyebab PMDD selain ketidakseimbangan hormon tidak diketahui dengan pasti, namun sejumlah ahli menunjuk pada kekurangan serotonin dalam tubuh sebagai penyebabnya. Serotonin merupakan zat kimia yang dilepaskan otak untuk membantu pengiriman sinyal dari saraf yang berfungsi sebagai pengatur fungsi tubuh.

Fungsi yang diatur serotonin mencakup konsentrasi, tidur, pengendalian emosi dan rasa sakit. Ketika tubuh tidak memiliki serotonin yang cukup maka fungsi-fungsi yang diatur oleh serotonin pun tersabotase. Akibatnya anda akan lebih sulit tidur, sulit berkonsetrasi dan mengendalikan emosi. Tubuh pun lebih sensitif terhadap rasa sakit sehingga gejala PMS yang hanya merupakan gangguan bagi perempuan pada umumnya memberikan tekanan pada fisik yang jauh lebih besar bagi anda.

Para penderita depresi klinis mengalami PMDD karena bagian otak mereka yang seharusnya mengendalikan emosi memiliki fungsi yang jauh lebih rendah dari orang normal atau bahkan tak berfungsi. Jika anda mengalami gejala yang berat, maka anda memang mengalami PMDD. Indikator lain PMDD adalah jika gejala-gejala tersebut berlangsung lebih dari tujuh hari sebelum menstruasi dan langsung mereda bersamaan dengan berhentinya menstruasi.

Gangguan PMDD adalah gangguan yang nyata dan dapat membahayakan kesehatan sekalipun sebenarnya PMDD hanya berlangsung menjelang dan selama menstruasi. Bahaya kesehatan PMDD muncul dari kemerosotan drastis kondisi kesehatan serta mood swings ekstrim yang menyertainya. Mood swings yang ekstrim disertai depresi yang parah selama

PMDD juga dapat berakibat fatal jika penderitanya kemudian terdorong untuk mengakhiri hidupnya sebagaimana yang umum ditemui pada penderita depresi. Kondisi mental dan fisik yang menurun tajam ini tentu juga akan mempengaruhi hubungan dengan orang lain dan produktivitas, sehingga tentu saja anda perlu mengatasinya. Untuk mengatasi dan meringankan gejala PMDD, anda bisa mengonsumsi obat antidepresan seperti fluoxetine dan sertraline.

Obat ini dapat mengurangi gejala seperti gejala emosional, kelelahan, hasrat makanan dan masalah pada pola tidur. Anda dapat mengurangi gejala PMDD dengan mengonsumsi obat antidepresan di masa ovulasi dan di masa awal menstruasi anda. Beberapa dokter umumnya akan menyarankan Anda mengonsumsi pil KB yang dikonsumsi dalam waktu singkat guna mengurangi gejala PMS dan PMDD pada beberapa wanita.

Mengonsumsi vitamin B-6, magnesium dan L-tryptophan juga dapat membantu Anda meredakan rasa sakit PMDD dan kelelahan. Namun, bicarakan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun. Sejumlah solusi yang bisa anda praktekkan sendiri untuk meringankan PMDD antara lain menerapkan pola diet bergizi seimbang, membiasakan tidur pada waktu yang sama dan berolahraga teratur.

Anda juga diwajibkan untuk menghindari alkohol dan kafein yang sudah sejak dulu dikenal dapat merusak keseimbangan hormon, mempengaruhi kinerja otak dan membahayakan kesehatan tubuh. Anda juga perlu mengetahui apa-apa saja yang dapat memperparah gejala PMS anda seperti menu makanan yang tidak dapat ditolerir tubuh atau pola komunikasi yang buruk. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini