SehatFresh.com – Salah satu peristiwa yang dinantikan oleh pasangan suami istri yang baru memiliki anak adalah kata pertama yang keluar dari bibir buah hati mereka. Pada umumnya, seorang bayi akan mengeluarkan sepatah atau dua patah kata setelah menginjak usia dua tahun. Tapi, bagaimana bila telah berusia dua tahun, si kecil belum memperlihatkan tanda-tanda berbicara?
Inilah yang dimaksud dengan speech delay atau keterlambatan bicara. Dalam konteks ini, bicara adalah ekspresi verbal dari bahasa dan termasuk artikulasi yang mana merupakan cara untuk membentuk suara dan kata-kata. Meski mengalami speech delay, sebenarnya anak tersebut memiliki soaial-emosional dan perkembangan intelegensi yang normal, seperti anak lainnya.
Memang, setiap anak memiliki tingkat kecepatan yang berbeda dalam setiap masa perkembangannya. Misalnya, ada anak yang sudah pintar bicara pada usia dua tahun, tetapi ada juga yang masih berjuang untuk merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat. Namun, umumnya anak tetap akan berkembang sesuai dengan masa tahapan perkembangan yang normal. Jika anak terlihat tidak mengalami perkembangan sesuai tahapan yang normal, maka bisa jadi anak memang mengalami keterlambatan.
Perkembangan bicara seorang anak bisa dipantau sebelum ia menginjak usia satu tahun. Pada usia ini, penting untuk memperhatikan tanda-tanda apakah anak menggunakan suaranya untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. Mengoceh dan menggumam adalah beberapa tanda perkembangan awal.
Menjelang usia 12 bulan, anak biasanya terlihat menaruh perhatian terhadap suara dan mulai mengenali nana-nama benda yang umum. Memasuki usia dua tahun, anak mulai menggabungkan dua kata untuk membentuk kalimat sederhana dan mengenali objek yang umum dalam gambar atau kenyataan yang dia lihat sehari-hari, menunjuk mata, telinga dan hidungnya ketika ditanya, dan mengikuti dua tahap kalimat perintah, seperti “Tolong ambilkan mainan itu dan berikan kepada Mama”.
Usia dua sampai tiga tahun, kosa kata anak seharusnya meningkat menjadi banyak. Anak biasanya dapat menggabungkan tiga atau lebih kata-kata menjadi satu kalimat. Pemahaman anak juga biasanya meningkat.
Lantas, apa penyebab speech delay? Salah satunya bisa terdapat pada daftar di bawah ini:
- Gangguan pendengaran
Anak yang mengalami gangguan pendengaran juga akan mengalami masalah dalam mendengar percakapan di sekitarnya. Hal ini otomatis akan mempengaruhi proses perkembangan bicara dan bahasa si kecil.
- Kelainan organ bicara
Kondisi ini meliputi lidah pendek, kelainan bentuk gigi dan rahang bawah, bibir sumbing, dan laring.
- Kurang stimulasi
Penelitian menunjukkan, stimulasi yang kurang dalam lingkungan akan mempengaruhi kemampuan bicara pada anak, meski tergolong tidak berat.
- Autisme
Autisme juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya gangguan bicara. Bahkan, kondisi ini dapat dikatakan gangguan bicara dan bahasa yang berat. (SBA)









































