Pneumonia Pada Anak

Pneumonia tergolong penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pneumonia merupakan infeksi pada saluran pernapasan akut bagian bawah. Penyebabnya infeksi dari satu atau dua paru-paru akibat bakteri, virus, jamur atau parasit. Pneumonia merupakan penyebab lebih dari 24% kematian bayi. Pneumonia telah dikaitkan dengan polusi udara berupa, asap rokok, asap knalpot, rumah lembab, serta lingkungan rumah yang tidak sehat. Gangguan lingkungan semacam itu bisa memicu pneumonia pada anak. Saat daya tahan tubuh lemah, anak-anak paling mudah terserang penyakit ini.

Pneumonia merupakan penyakit teganas yang mengancam anak dibawah usia 5 tahun di dunia. Kematian pada anak usia balita akibat pneumonia lebih banyak bila dibandingkan akibat penyakit lain termasuk malaria, AIDS, dan campak. Bahaya yang mengancam balita akibat penyakit ini sangat serius. Seringkali orang tua menyepelekan tanda awal yang nampak seperti gejala flu biasa.

Pneumonia ini disebabkan oleh berbagai mikroorganisme terutama bakteri dan virus pada saluran pernapasan dan jaringan paru. Pneumonia juga seringkali menjadi gejala komplikasi dari batuk dan pilek yang lama. Masa inkubasi pneumonia sendiri tergantung penyebabnya. Jika disebabkan bakteri, inkubasi membutuhkan waktu yang lama berkisar dua minggu untuk batuk dan pilek, baru kemudian akan komplikasi ke pneumonia. Tetapi jika disebabkan virus, inkubasi mungkin memakan waktu lebih cepat, sekitar 3 – 7 hari, bisa komplikasi ke pneumonia.

Gejala utama pneumonia adalah panas tinggi, sesak napas, suara paru-paru menjadi berat, dan berdahak banyak. Tapi pneumonia tidak selalu merupakan komplikasi dari batuk dan pilek yang lama. Pneumonia bisa saja terjadi karena komplikasi dari morbili atau campak. Karena gejalanya yang mirip batuk dan pilek, banyak orang tua yang mengabaikannya sehingga infeksi semakin parah dan akhirnya menyebabkan kematian.

Ada dua jenis pneumonia berdasarkan penyebab infeksinya, yaitu:

  1. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri

Pneumonia bisa disebabkan oleh beberapa kelompok bakteri termasuk kelompok Strepococcus, Staphylococcus, dan Mycoplasma. Gejala yang yang sering muncul pada kondisi ini adalah demam tinggi mendadak, batuk, sesak napas, muntah, dan diare. Anak yang terserang pneumonia jenis ini mungkin juga menunjukkan tanda seperti tidak napsu makan, lemas, denyut nadi cepat, dan mulut serta kuku tampak kebiruan.

  1. Pneumonia yang disebabkan oleh virus

Gejala pneumonia pada balita yang disebabkan oleh infeksi virus diawal mungkin tampak seperti gejala flu, yang kemudian berubah secara perlahan menjadi lebih parah dan disertai dengan demam tinggi dengan suhu diatas 38.5 oC. Kesulitan bernapas, batuk, lemas, muntah atau diare juga bisa menjadi tanda pneumonia tipe ini. Virus yang biasa meyebabkan pneumonia diantaranya adalah kelompok influenza virus, parainfluenza virus, Respiratory Syncytial Virus (RSV), adenovirus, dan rhinovirus.

Cara paling mudah untuk mengenali apakah anak terserang pneumonia adalah dengan cara menghitung napas anak setiap 1 menit dengan acuan sebagai berikut :

  • Ciri anak yang usianya kurang dari 2 bulan, bila terserang pneumonia, maka napasnya akan menjadi lebih cepat dari 60 kali per menit.
  • Jika usianya 2-12 bulan, maka napasnya menjadi lebih cepat dari 50 kali per menit.
  • Jika usianya 1-5 tahun, napasnya menjadi lebih cepat dari 40 kali per menit.

Anda bisa melakukan penghitungan napas di rumah untuk mengetahui lebih dini apakah anak Anda bernapas cepat atau tidak. Jika memang benar, segera bawa anak Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis penanganan lebih lanjut. Walaupun termasuk penyakit berat, Anda tidak perlu terlalu khawatir karena pneumonia merupakan penyakit yang bisa disembuhkan. Jika penanganannya dilakukan dengan cepat dan tepat, maka pasien pneumonia masih bisa tertolong dari bahaya fatal pneumonia, yaitu kematian.

 *pic pondokibu.com


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here