Proses Orgasme Pria

SehatFresh.com – Pria mencapai orgasme melalui serangkaian proses yang melibatkan kerja sama sejumlah organ, hormon, pembuluh darah, dan saraf. Hasil akhir dari kerja sama tersebut adalah ejakulasi sperma melalui kontraksi otot yang kuat. Meskipun tampak sederhana, orgasme pria sebenarnya adalah sebuah proses yang kompleks.

Bahan bakar untuk proses menuju orgasme adalah hormon testosterone. Testis memproduksi jutaan sperma setiap hari yang akan jatuh tempo dan kemudian dicampur dengan cairan kaya protein untuk mendukung sperma agar bisa hidup setelah ejakulasi untuk waktu yang terbatas. Campuran sperma dan cairan tersebut disebut air mani (semen), yang digerakkan melalui uretra dan keluar dari penis saat orgasme.

Testosteron mengalir melalui tubuh pria, bersama dengan faktor psikologis, yang menentukan kuatnya keinginan untuk melakukan aktivitas seksual. Keinginan seksual tersebut (libido) adalah kunci dalam memulai proses yang akan menyebabkan orgasme. Jika seorang pria tidak memiliki gairah seks entah karena memiliki testosteron rendah atau menderita depresi, tubuhnya tidak akan mampu menanggapi rangsangan seksual dan tidak akan mampu mencapai orgasme.

Lalu, bagaimana orgasme pria itu terjadi ?

  • Gairah

Pria mempersepsikan sesuatu atau seseorang untuk mendorong minat seksualnya. Persepsi tersebut mendorong otak untuk mengirim sinyal ke sumsum tulang belakang ke organ seks sehingga menyebabkan ereksi. Penis menjadi ereksi ketika darah mengisi jaringan penis di dalam. Skrotum akan menarik ke arah tubuh, dan otot-otot seluruh tubuh mengalami peningkatan ketegangan.

  • Plateau

Tubuh pria bersiap untuk orgasme dalam fase ini, yang dapat berlangsung dari 30 detik sampai 2 menit. Ketegangan otot tubuh akan semakin meningkat terutama pada panggul. Detak jantung juga mengalami peningkatan antara 150 dan 175 denyut per menit. Cairan bening mungkin mulai mengalir dari uretra. Cairan pra-ejakulasi ini dimaksudkan untuk mengubah keseimbangan pH uretra untuk meningkatkan peluang sperma bertahan hidup.

  • Orgasme

Orgasme itu sendiri terjadi dalam dua tahap, yaitu emisi dan ejakulasi. Pada tahap emisi, pria mencapai ejakulasi yang tak terhindarkan (point of no return). Semen disimpan di dekat bagian atas uretra agar siap dikeluarkan saat ejakulasi. Ejakulasi terjadi dalam serangkaian kontraksi yang cepat dari otot penis dan area sekitar pangkal anus. Saat orgasme, saraf yang menyebabkan kontraksi otot akan mengirim pesan kesenangan pada otak manusia.

  • Resolusi dan refraksi

Setelah ejakulasi, penis mulai kehilangan ereksi. Ketegangan otot memudar, dan membuat pria mungkin merasa santai atau mengantuk. Pria biasanya harus menjalani periode refrakter, atau fase pemulihan, di mana mereka tidak dapat mencapai ereksi lain. Hal ini biasanya berlangsung selama sekitar setengah jam setelah ejakulasi.

Sumber gambar : www.harianaceh.co.id


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here