SehatFresh.com – Bakteri Escherichia Coli hidup dan secara normal ada dalam saluran pencernaan manusia dan hewan berdarah panas. Bakteri E.Coli merupakan salah satu bakteri yang dapat menyebabkan diare dan menjadi penyebab utama kematian anak di dunia.
Di Indonesia diare masih menjadi masalah kesehatan yang sangat serius. Setiap tahunnya terdapat 112.000 kasus diare yang megalami kematian pada semua golongan umur dan pada balita terdapat 55.000 kasus kematian. Beberapa sumber utama lain bakteri ini pada makanan yaitu:
- Air dan bahan makanan yang telah terkontaminasi bakteri E.coli
Pada penularannya, bakteri ini dapat mengkontaminasi melalui air yang sudah terkontaminasi kotoran manusia atau hewan. Penggunaan air yang kotor, bersumber dari air sungai dan air yang bercampur limbah menambah resiko terjadinya infeksi bakteri ini. Selain itu, bahan makanan yang sudah terkontaminasi bakteri E.coli juga menjadi salah satu penyebab penularan penyakit melalui makanan atau yang lebih disebut dengan Foodborne Disease.
- Peralatan Dapur
Peralatan dapur menjadi faktor utama tersebarnya bakteri E.Coli. Salah satu peralatan dapur yang menjadi tempat kontaminasi silang yaitu telenan. Telenan merupakan piranti dapur yang esensial sebagai tempat alas kayu untuk memotong bumbu dan bahan makanan.
Telenan yang sering digunakan untuk bahan makanan seperti memotong daging unggas, daging sapi, domba, babi, ikan dan bahan lainnya merupakan sumber bakteri dan kuman yang bisa tertinggal jika tidak dibersihkan dengan air mengalir dan sabun. Selain itu merendam dengan air panas dapat mematikan bakteri dan menghilangkan bau amis.
- Kurangnya kebersihan tangan dan proses pembuatan makanan yang salah
Penularan bakteri E.Coli juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tangan pembuat makanan yang sebelumnya sudah terinfeksi selama pemrosesan makanan berlangsung. Bakteri tidak akan hilang dari tangan jika tidak dibersihkan dengan air mengalir dan sabun. Sebaiknya sebelum melakukan pemrosesan makanan, cuci tangan terlebih dahulu sampai bersih sehingga mengurangi resiko penyebaran bakteri E.Coli pada makanan.
Faktor penyebab lain yaitu pemrosesan makanan pada suhu yang salah. Bakteri E.coli merupakan bakteri yang rentan terhadap suhu tinggi. Sehingga untuk menghindari bateri ini dapat dilakukan pemanasan makanan hingga suhu 73,8 serajat celcius. Tetapi untuk pemrosesan air dapat di didihkan sampai suhu 100 derajat celcius dan ditunggu sampai 10 menit. (MLD)









































