SehatFresh.com – Vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air yang berfungsi untuk pembentukan jaringan kolagen dan membantu fungsi antioksidan tubuh dalam menetralisir radikal bebas. Vitamin C juga membantu melindungi sel-sel tubuh, menyembuhan luka, dan menjaga kesehatan jaringan ikat.
Tubuh manusia tidak dapat membuat Vitamin C sendiri, sehingga harus didapat dari makanan dan suplemen. Vitamin C bisa diperoleh dari buah dan sayur, misalnya brokoli, stroberi, jeruk, dan tomat. Selain buah dan sayur, Vitamin C juga dapat diperoleh dalam bentuk tablet kunyah, tablet yang dilarutkan dalam air, pil, maupun dalam bentuk suntikan.
Peneliti dari University of Michigan, Mark Moyad, mengatakan “Batas atas aman konsumsi vitamin C adalah 2.000 miligram per hari, namun hanya dengan 500 miligram setiap hari saja sebenarnya sudah memberi hasil yang optimal”. Kebutuhan vitamin C berbeda-beda setiap orang, tergantung dari usia, kondisi dan tujuan orang tersebut mengonsumsi vitamin C. RDI (Recommended Daily Intake) atau anjuran dosis per hari vitamin C adalah:
- Pria 90 mg/hari
- Wanita 75 mg/ hari
- Wanita hamil 85 mg/hari
- Wanita menyusui 120 mg/hari
- Anak-anak
- Bayi 0-12 bulan sesuai dengan jumlah vitamin C dalam ASI sudah cukup
- 1-3 tahun 15 mg
- 4-8 tahun 25 mg
- 9-13 tahun 45 mg
- 14-18 tahun laki-laki 75 mg dan perempuan 65 mg
- Dosis maksimal/tolerable upper intake level
- Lebih dari 18 tahun, tidak lebih dari 2000 mg
- 1-3 tahun 400 mg
- 4-8 tahun 650 mg
- 9-13 tahun 1200 mg
- Dewasa muda, wanita menyusui, wanita hamil, usia 14-18 tahun 1800 mg
Beberapa efek samping yang ditimbulkan apabila berlebihan dalam mengonsumsi vitamin C:
- Asam lambung naik
Menyebabkan produksi asam lambung meningkat dikarenakan konsumsi vitamin C dengan dosis yang berlebih. Sehingga menimbulkan masalah pencernaan seperti iritasi lambung, diare, dan juga penyakit gangstritis.
- Gangguan pada ginjal
Mengkonsumsi vitamin C yang berlebih mengakibatkan terjadinya gangguan pada urikosuria yaitu terjadinya peningkatan kadar asam urat di dalam kandungan kemih. Sehingga memicu resiko gangguan pada ginjal.
- Mual dan muntah
Mengkonsumsi vitamin c berlebihan dalam jangka panjang menyebabkan jaringan perut ter-iritasi dan yang mengakibatkan rasa mual.
- Menggagalkan kinerja obat kanker
Untuk para penderita kanker yang sedang menjalani masa-masa pemulihan dengan mengkonsumsi obat obatan rekomendasi dari ahli kanker maka sebaiknya tidak untuk mengkonsumsi vitamin c dengan berlebihan karena bisa menyebabkan fungsi obat anti kanker yang sedang dijalani menjadi akan hilang manfaatnya.
- Iritasi kulit
Kelebihan akan vitamin c dalaam tubuh sangatlah tidak cocok untuk orang orang yang mempunyai alergi terhadap vitamin jenis askorbat ini sebab bisa menyebabkan iritasi di permukaan kulit yakni berupa kemerahan.









































