SehatFresh.com – Kafein merupakan zat psikoaktif yang memiliki efek stimulant dan salah satu zat yang dapat menstimulasi sistem saraf serta mempengaruhi beberapa sistem organ tubuh lainnya. Didalam kafein terdapat suatu alkaloid dari metil xantin yaitu satu, tiga dan tujuh trimetil xantin.
Beberapa makanan dan minuman juga mengandung bahan kafein namun dosisnya tidak besar. Minuman yang termasuk mengandung senyawa kafein yaitu kopi. Kafein dalam dosis rendah dapat memberikan efek yang positif bagi tubuh. Namun tidak semua produk minuman yang mencantumkan kadar kafein didalamnya, sehingga perlu diwaspadai resiko efek samping yang dapat terjadi jika terlalu berlebihan mengkonsumsi kafein.
Mengkonsumsi kafein dapat menaikkan detak jantung dan tekanan darah, meningkatkan metabolisme tubuh serta mempercepat pembentukkan urin. Bagi pria, dosis maksimal mengkonsumsi kafein perharinya yaitu tidak melebihi dari 250 miligram.
Jika diukur, jumlah 200 miligram kafein setara dengan sekitar dua cangkir kopi. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa peningkatan konsumsi kafein antara 300 sampai 500 miligram masih tergolong sedang. Namun secara statistik hal ini telah menyebabkan terjadinya penurunan kesuburan yang cukup signifikan. Lalu apa saja efek kafein yang dapat mempengaruhi kesuburan pria? Berikut ulasannya :
- Menurunkan jumlah dan kualitas sperma.
Kafein pada dasarnya dapat mempengaruhi kadar insulin didalam tubuh. Peningkatan dari kadar insulin inilah yang dapat menyebabkan penurunan jumlah dan kualitas sperma pada pria.
- Menyebabkan mortilitas sperma.
Kandungan kafein mampu meningkatkan mortilitas spermatozoa yang tidak motil dengan cara menghambat siklus nukleotida fosfodiesterase dan mempengaruhi level intraseluler dari siklus AMP. Dalam jangka panjang kafein dapat mempengaruhi mortilitas sperma sehingga membuat sperma lebih sulit untuk membuahi sel telur.
- Beresiko lebih besar terjadi kerusakan genetik pada sperma.
Sebuah sel sperma terdiri dari bagian kepala, leher dan ekor. Kafein dapat mengakibatkan gangguan dan resiko terjadi kerusakan pada struktur sperma, terutama pada bagian kepala. Hal ini menyebabkan kerusakan DNA dan resiko kelainan genetik yaitu salah satunya sebagai penyebab utama kecacatan pada bayi sejak lahir. Selain itu konsumsi kafein secara berlebihan mampu meningkatkan resiko kerusakan genetik pada sperma.
- Memicu radikal bebas.
Berdasarkan penelitian, mengkonsumsi kafein dalam dosis tinggi mampu memicu naiknya kadar radikal bebas didalam tubuh. Hal ini dapat berpengaruh mengganggu proses pematangan sperma dan pembentukan bagian-bagian sel sperma.
Didalam tubuh kafein diserap oleh lambung, dimetabolisme dalam hati dan dibuang oleh tubuh dalam kurun waktu 2-10 jam. Dalam hal ini, jika konsumsi kafein secara berlebihan maka kandungan kafein yang ada akan terus-menerus diserap oleh tubuh. Sehingga efek dari kafein akan sangat mempengaruhi kesuburan anda.
Konsumsi kafein sangatlah baik karena dapat memberikan efek positif bagi tubuh jika kadarnya tidak berlebihan. Sebaiknya anda dapat membatasi dalam mengkonsumsi makanan dan minuman yang cukup banyak mengandung kafein agar tidak mempengaruhi kesuburan anda. (MLD)









































