Anatomi Reproduksi Pria

SehatFresh.com – Agar dapat bereproduksi, sel seksual wanita yang dinamakan sel telur harus dibuahi oleh sel seksual pria yang dinamakan sperma. Tidak hanya sel-sel kelamin yang berbeda, namun organ yang memproduksi dan menyimpannya juga berbeda. Sistem reproduksi laki-laki terdiri dari sejumlah organ seks yang membentuk bagian dari proses reproduksi manusia. Dalam jenis sistem reproduksi, organ seks ini terletak di luar tubuh, sekitar daerah pinggul.

Lebih detailnya, organ dan kelenjar yang membentuk anatomi seksual pria mencakup :

  • Testis

Setelah pubertas, testis seorang pria yang terletak di pangkal penis menghasilkan sel-sel kelamin pria yang disebut sperma. Pada masa pubertas, testis mulai memproduksi testosteron, hormon seks laki-laki. Produksi sperma seorang pria akan terus berlanjut sepanjang hidupnya. Pria dewasa secara seksual menghasilkan jutaan sel sperma setiap hari. Setiap 24 jam, satu testis mampu memproduksi sekitar 150 juta sel sperma.

  • Skrotum

Testis ditutupi oleh kantong kulit yang disebut skrotum. Saat suhu dingin, skrotum dan otot-otot disekelilingnya berkontraksi dan menyebabkan testis bergerak ke atas menuju ke suhu yang lebih hangat. Sebaliknya saat suhu hangat, testis akan ke bawah untuk mendapatkan suhu lebih dingin. Gairah seksual dan emosi yang kuat memiliki pengaruh yang sama seperti perubahan suhu yang menyebabkan testis bergerak ke atas atau ke bawah.

  • Epididimis

Epididimis merupakan saluran yang keluar dari testis, berkelok-kelok di luar permukaan testis. Epidismis berfungsi sebagai tempat pematangan sperma sehingga sperma menjadi motil dan mampu membuahi sel telur.

  • Vas Deferens

Vas deferens adalah saluran yang mengalirkan sperma dari dalam testis sampai ke uretera. Selama ejakulasi, sperma yang tersimpan dalam epididimis naik dari vas deferens ke saluran ejakulasi dan dikeluarkan dari tubuh.

  • Uretra

Uretra adalah saluran yang mengangkut cairan dari dalam tubuh ke luar. Baik pada pria dan wanita, uretra terhubung ke kandung kemih dan digunakan untuk buang air kecil. Pada pria, uretra terhubung ke “kelenjar aksesori,” yang menghasilkan air mani, dan vas deferens.

  • Penis

Penis merupakan bagian yang paling terlihat dari anatomi seksual pria. Batang utama penis dilapisi kulit yang lebih tebal. Kepala penis (glands penis) ditutup oleh lipatan kulit yang jauh lebih tipis dan disebut preputium (prepuce), kulit inilah yang dihilangkan pada saat dikhitan. Bila terjadi suatu rangsangan, jaringan erektil pada penis akan terisi penuh oleh darah sehingga penis akan mengembang dan tegang (ereksi).

  • Kelenjar aksesori

Ada beberapa kelenjar yang bekerja sama dalam produksi cairan mani. Sperma bisa hidup dalam sistem reproduksi wanita hingga 48 jam. Vesikula seminalis menghasilkan cairan yang menyediakan energi untuk sperma saat sperma mencari sel telur wanita. Kelenjar prostat membuat cairan yang berbeda yang membantu sperma bergerak lebih cepat melalui sistem reproduksi wanita. Serangkaian kelenjar yang disebut bulbourethral atau kelenjar Cowper, berfungsi mengeluarkan mukus dan cairan bening agar asam urin yang masih tersisa dalam uretera menjadi netral. Cairan biasanya muncul sebagai tetesan di ujung penis. Beberapa pria menghasilkan tetesan setelah gairah seksual, ada juga yang menetes setelah mencapai ereksi, namun ada juga pria yang tidak meneteskan cairan baik pada saat mengalami gairah seksual maupun setelah ereksi.

Sumber gambar : www.slideshare.net


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here