Masalah pada Rahim yang Sering Dialami Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sistem reproduksi wanita terdiri dari labia mayora, labia minora, kelenjar Bartholin, klitoris, vagina, uterus atau rahim, ovarium (indung telur) dan tuba falopi. Organ-organ tersebut berfungsi untuk mendukung proses reproduksi manusia, mulai dari memproduksi sel telur, berhubungan seksual, melindungi dan merawat janin selama hamil hingga melahirkan.

Banyak wanita baik berusia dewasa maupun muda sering mengeluhkan adanya masalah sistem reproduksi mereka. Penyakit pada sistem reproduksi wanita tidak boleh dianggap sepele. Gangguan pada organ reproduksi wanita ini bisa disebabkan banyak hal. Jika tidak diobati, beberapa penyakit pada sistem organ reproduksi bahkan bisa meningkatkan risiko wanita mengalami masalah kesuburan.

Rahim menjadi salah satu bagian dari sistem reproduksi wanita yang dapat mengalami gangguan, untuk itu sudah menjadi kewajiban untuk menjaga kesehatannya. Gaya hidup kurang sehat sering menjadi faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan rahim. Apa saja masalah yang rentan menyerang raim dan perlu diwaspadai?

Perdarahan rahim abnormal

Perdarahan rahim abnormal merupakan kondisi yang menyebabkan vagina mengeluarkan darah meskipun sedang tidak memasuki masa menstruasi. Perdarahan ini bisa terjadi kapan saja ketika tubuh mengalami ketidakseimbangan hormon. Ciri yang paling umum adalah munculnya perdarahan saat sedang tidak memasuki masa menstruasi.

Tetapi bisa saja perdarahan ini juga bsa terjadi saat sedang masa menstruasi. Kondisi ini sering terjadi saat seorang wanita memasuki masa pubertas yaitu, antara 9-14 tahun dan saat wanita menjelang menopause sekitar 40 tahun ke atas.

Mioma rahim

Mioma rahim adalah tumor jinak yang berasal dari jaringan otot rahim. Ukuran dan bentuk dari mioma rahim juga bervariasi dan berbeda pada setiap wanita. Biasanya mioma rahim tidak memiliki gejala dan hanya terdeteksi jika wanita tersebut menjalani pemeriksaan medis. Penyakit ini bisa dialami oleh wanita dnegan rentan usia 30-40 tahun. Risiko terkena mioma rahim akan meningkat jika wanita mengalami menstruasi dini.

Endometriosis

Kondisi ini terjadi ketika lapisan jaringan di rahim tumbuh di organ atau bagian tubuh lain, misalnya di ovarium atau di saluran cerna bahkan hingga kandung kemih. Penyakit ini biasanya terjadi pada wanita yang berusia 30 hingga 40 tahun. Gejala yang ditimbulkan berupa nyeri pada panggul atau perut, menstruasi yang sangat menyakitkan, perdarahan di luar masa menstruasi hingga nyeri saat berhubungan intim.

Prolaps uteri (rahim turun)

Kondisi ini adalah kondisi dimana rahim turun hingga ke vagina atau keluar dari bagian tersebut. Rahim turun seringkali terjadi pada wanita yang suudah menopause, usia tua, wanita yang memiliki kelemahan otot panggul. Gejala yang ditimbulkan berupa munculnya ketidaknyamanan di perut atau panggul, tampak adanya benda atau benjolan yang keluar dari vagina, nyeri saat brhubungan seks dan susah menahan pipis.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here