Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit kuning merupakan penyakit yang bisa menyerang pada bayi, beberapa hari setelah dilahirkan. Penyakit ini bisa mengakibatkan mata, kulit dan mulut bayi berubah menjadi kuning. Lantas bagaimana cara mengatasi penyakit kuning pada bayi?

Proses terjadinya penyakit kuning pada bayi

Saat lahir darah bayi memiliki banyak kandungan zat kimia, yang salah satunya bilirubin. Di satu sisi hati bayi membutuhkan waktu beberapa hari guna menguraikan zat tersebut, sehingga mengakibatkan penyakit kuning.

Gejala penyakit kuning pada bayi bisa terlihat pada kulit yang berubah menjadi warna hijau-kekuningan. Gejala lainnya adalah area putih pada mata bayi terlihat kekuning-kuningan. Bayi juga dapat mengalami kekuningan pada lidah, gusi atau kuku.

Perubahan urine yang dikeluarkan umumnya berwarna kuning pekat. Kemudian fisik bayi akan terlihat lelah, sekaligus agak rewel. Jika orangtua mengalami kondisi demikian pada si bayi, maka segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter.

Berapa lama penyakit kuning dapat menyerang bayi?

Bayi yang baru lahir, sebagian akan terserang penyakit kuning pada hari ke-3. Kemudian pada hari-hari selanjutnya kadar bilirubin perlahan-lahan mengalami penurunan, seiring dengan fungsi organ hati yang semakin berkembang.

Kondisi ini merupakan penyakit kuning fisiologis yang masih bersifat normal. Namun orangtua jangan menjadikan kondisi ini sebagai patokan pasti. Tidak ada salahnya untuk tetap memeriksakan diri ke dokter terkait kadar bilirubin yang ada di dalam darah bayi, setelah hari ke-3.

Umumnya kondisi normal kadar bilirubin pada bayi adalah 0-1 mcg. Hanya saja hingga hari ke-7, bisa saja kadar bilirubin menjadi naik sampai 12 mcg. Alhasil jika bayi masih mengalami penyakit kuning lebih dari 2 minggu, maka segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter.

Bagaimana cara mengatasi penyakit kuning?

Bila kadar bilirubin tak tinggi, umumnya penyakit kuning bisa hilang dengan sendirinya. Namun beberapa langkah akan dilakukan orangtua di rumah, guna mendeteksi secara awal apakah bayi menderita penyakt kuning atau tidak.

Langkah pertama orangtua bisa melakukan pemeriksaan dengan menekan dada bayi, namun jangan terlalu keras. Jika daerah bekas tekanan tersebut berwarna kuning, maka kecenderungannya bayi mengalami sakit kuning.

Namun orangtua jangan langsung bersedih, karena pemeriksaan medis akan dilakukan dokter hingga memperoleh diagnosa yang pasti mengenai kondisi bayi. Khususnya mengenai kadar bilirubin agar mencapai pada kondisi yang normal.

Pihak medis kemungkinan akan memutuskan, apakah bayi harus mendapatkan tindakan fototerapi atau tidak. Fototerapi maksudnya meletakkan bayi pada tempat khusus, selanjutnya diberikan sinar cahaya lampu ultraviolet dalam beberapa hari.

Tujuannya untuk mengubah biliribun pada jaringan kulit yang tak larut dalam air, sehingga menjadi larut. Kondisi tersebut akan menyebabkan kotoran dapat ikut terbuang melalui urine. Jika kondisi bayi tidak terlalu mengkhawatirkan, maka bisa saja dibawa pulang.

Dokter biasanya akan memberikan saran pada orangtua untuk menjemur bayi pada pagi hari, di bawah sinar matahari antara pukul 07.00 hingga 09.00. Kemudian ibu juga harus menyusui bayi sesering mungkin guna membentuk kekebalan tubuh.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here