SehatFresh.com – Seperti yang sudah diketahui bahwa bakteri E.coli dapat memiliki manfaat menyeimbangkan bakteri di dalam usus. Namun beberapa bakteri E.coli seperti jenis E.coli O157: H7 dalam jangka waktu yang lama dapat merusak ginjal dan menghambat sistem organ tubuh lainnya yang bertanggung untuk mengeluarkan racun ditubuh.
Pada orang dewasa dampak infeksi bakteri ini akan membuat tubuh lemah karena mengalami dehidrasi berat dan pada anak-anak berperan menciptakan racun yang dapat melemahkan dinding usus dan lapisan pembuluh darah.
Pada umumnya dari infeksi bakteri E.coli ini dapat menimbulkan komplikasi yang cukup serius dan harus ditangani dengan cepat. Beberapa komplikasinya antara lain :
- Hemolitic Uremic Syndrome (HUS)
Merupakan sekelompok gangguan heterogen dengan gejala klinis beragam. Sindrom ini ditandai dengan 3 gejala klinis seperti anemia hemolitik atau pemecahan sel darah merah, mikroanginopati, trombositopeni (trombosit menurun), dan gagal ginjal akut. Kemungkinan dapat terjadi kelumpuhan, kebutaan dan kejang.
HUS berhubungan dengan epidemi dan penyakit gastroenteritis (GE) diare berdarah yang disebabkan oleh Shigella dysentriae sebagai penghasil toksin shiga dan E.coli jenis STEC, VTEC atau EHEC. Jenis E.coli O157:H7 ini jugalah sebagai penghasil shiga-like toksin dan verotoksin sebagai penyebab HUS. Gejala-gejala seperti diare berdarah terjadi antara 4-15 hari dengan atau tanpa darah dan dapat disertai nyeri perut.
Sindrom ini dapat terjadi di semua usia namun paling sering terjadi pada anak dibawah 5 tahun dan usia lanjut. Pada infeksi yang akut diperlukan penanganan yang intensif agar terhindar dari kematian.
- Thrombotic Thrombocytopenic Purpura (TTP)
TTP merupakan kelainan darah yang menyebabkan gumpalan darah terbentuk dalam pembuluh darah kecil di seluruh tubuh yang disebabkan karena menurunnya trombosit. Selain itu disebabkan oleh kurangnya enzim atau sejenis protein yang terlibat dalam pembekuan darah. Gejala ini ditandai dengan timbulnya perdarahan di kulit berupa bercak atau bintik-bintik merah di kulit.
Jika komplikasi ini sudah terjadi dan dialami oleh orang yang anda sayangi di sekitar lingkungan anda sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan yang lebih intensif.
Pada dewasa ini, di Indonesia penyakit gastroenteritis akut dengan diare tanpa atau dengan darah merupakan masalah yang serius. Beberapa fakta yang terlihat adalah masih kurangnya masyarakat memiliki kepedulian akan kebersihan baik dilingkungan maupun dalam penyediaan dan pengolahan makanan. Sehingga infeksi bakteri E.Coli sendiri mudah untuk menginfeksi melalui kontaminasi silang dan kontak langsung. (MLD)









































