Penyebab dan Resiko Seseorang Mengalami Gangguan Jiwa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Gangguan jiwa adalah satu dari gangguan mental yang penyebabnya bisa dari banyak faktor. Baik itu dari dalam diri ataupun dari luar diri. Gangguan mental ini pun dapat dikenali daripada perubahan pola pikir, emosi dan tingkah laku yang berubah secara tiba – tiba atau mendadak tanpa disertai dengan alasan yang jelas.

Stres merupakan salah satu pemicu seseorang mengalami gangguan jiwa dimana akibat dari stress tersebut membuat seseorang tak mampu untuk beraktivitas dengan normal. Apabila stress ini tak segera ditangani dengan cepat maka hal tersebut akan dapat berlanjut pada gejala gangguan kejiwaan yang lebih berat.

Pada umumnya terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab seseorang terkena resiko mengalami gangguan jiwa, yaitu;

  1. Faktor somatogenik yang mana ia berkaitan dengan kondisi fisik biologis
  2. Faktor psikogenik yang berhubungan dengan kondisi psikologis seseorang
  3. Faktor sosiogenik yang berhubungan dengan kondisi sosial budaya yang ada di lingkungan sekitar

Banyaknya memiliki beban pikiran ataupun persoalan hidup yang begitu mendesak dapat membuat seseorang mengalami kehilangan kendali atas kejiwaannya sendiri. Puncak daripadanya adalah pada saat control diri tak lagi dapat dipertahankan maka otak tidak akan lagi mampu bekerja dengan baik. Pada saat seseorang mengalami gangguan kejiwaan seperti ada perubahan mood yang datang secara drastic, takut yang cendrung berlebihan, emosi yang meluap – luap serta menarik diri daripada kehidupan sosial.

Jika beberapa hal tersebut telah dirasakan, maka cobalah untuk anda datang ke professional terdekat ataupun meminta bantuan secara medis dan psikologis. Hal ini agar kondisi tak berlanjut pada tahapan gangguan kejiwaan yang semakin parah adanya.

Gangguan kejiwaan sendiri bervariasi kemunculannya. Beberapa penyebab munculnya tersebut adalah dari;

  1. Keturunan. Apabila dalam runtutan silsilah keluarga memiliki riwayat mengalami gangguan kejiwaan maka pada keturunanya pun akan berpotensi mengalami gangguan kejiwaan yang sama. Hal ni pun dikarenakan adanya sebuah ikatan gen dari orang tua ke anaknya.
  1. Nerokimia. Faktor yang lain yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan jiwa adalah akibat dari nerokimia, dimana kormosom nomer 21 mengalami gangguan. Pada seorang penderita yang mengalami gangguan kejiwaan ini pada umumnya menderita semacam down syndrome yang membuat dirinya mengalami keterbelakangan secara mental.
  1. Faktor Cacat Kongnital. Faktor cacat kognital ini terjadi pada saat lahir atau lahir bawaan. Kondisi ini terjadi dimana penderitanya mengalami kecacatan secara lahir. Semakin parah keterbatasan yang dimiliki atau cacat maka hal tersebut dapat menentukan seberapa dalamnya pengaruh kondisi kejiwaan pada anak tersebut.

Telah kita ketahui bahwa, biasanya anak yang lahir kurang beruntung biasanya dilindungi secara berlebihan atau proteksi secara berlebihan oleh orang tuanya. Padahal hal tersebut malah justru dapat mempersulit perkembangan anak untuk dapat beradaptasi dengan kekurangan yang dimilikinya.

Oleh sebab itu jika hal ini terjadi, maka saran terbaik bagi orang tua adalah tidak terlalu memproteksi si anak, namun akan lebih baik di biarkan dan dibimbing untuk dapat beradaptasi dengan kondisi kekurangan yang dimilikinya.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here