Usia Tepat Memberikan Pendidikan Seks Kepada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seksualitas dalam strata masyarakat timur khususnya bangsa indonesia adalah hal yang masih tabu untuk di perbincangkan secara umum. Ia menjadi ranah yang sensitive jika di jadikan sebagai sebuah pelajaran ataupun pendidikan. Terlebih jika pendidikan seks ini hendak di berikan kepada anak.

Padahal, pendidikan seks bagi anak adalah sebuah hal penting yang harus dilakukan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada sang anak nantinya.

Memberikan pendidikan seks kepada anak yang dimaksud bukanlah seperti mengajarkan mereka bagaimana aktivitas seksual tersebut terjadi. Tentulah hal tersebut merupakan hal yang menjadi salah kaprah. Memberikan pendidikan seks pada anak adalah memberikan pemahaman mengenai perkembangan fisik dan juga hormonal anak serta beragam batasan sosial yang ada di masyarakat.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Verawati, S. Psi seperti di lansir dalam bkkbn, yang menyatakan bahwa “pendidikan seks itu tak selalu berbicara tentang hubungan suami istri saja, akan tetapi ia mencakup hal lain seperti dalam pemberian pemahaman tentang perkembangan secara fisik maupun hormonal dan juga tentang beragam batsan pandangan sosial di masyarakat.

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah, umur berapakah kita memberikan pendidikan seks pada anak?

Membahas tentang permasalahan seks pada anak memang tidaklah mudah. Namun memberikan pendidikan seks pada anak haruslah segera dilakukan sedini mungkin. Usia yang tepat dalam meberikan pendidikan seks dimulai semenjak anak memasuki usia 3 sampai dengan 4 tahun. Hal ini dikarenakan dalam usia seperti ini, anak sudah dapat diajak untuk berkomunikasi dua arah. Dalam psikologi perkembangan menurut Hurlock (1999) usia empat secara perkembangan sosial memiliki hal-hal seperti simpati, empati, ketergantungan, sikap ramah, sikap tidak mementingkan diri sendiri, meniru, perilaku kelekatan. Dalam dua aspek terakhir meniru dan perilaku kelekatan inilah yang dapat menjadi jalan bagi orang tua untuk mengajarkan anak untuk pendidikan seks.

Terlebih lagi dalam umur ini sang anak telah dapat menangkap secara sederhana apa saja yang dicontohkan oleh kedua orang tuanya, dan orang disekitarnya.

Jika orang tua tak sensitive pada anak, dan lebih memilih untuk menunda memberikan pendidikan seksual, apalagi justru tidak memperdulkannya hingga memarahi anak, saat ia menanyakan tentang masalah seksual, ditakutkan sang anak akan mencari informasi diluar daripada orang tuanya.

Jika hal ini terjadi, dikhawatirkan sang anak akan mencari dari sumber-sumber yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, hingga bertanya kepada orang yang salah. Jika sudah kadung terjadi, maka akan sangat sulit untnuk mengembalikan kondisi psikologis anak yang terpapar informasi salah tentang seksual.

Pendidikan yang baik pada sang anak di usia dini (3-4) tahun dapat dilakukan dengan pengenalan fungsi dan organ tubuh, memberitahukan bagian-bagian mana yang ada pada dirinya yang unik yang tidak dimiliki dari jenis lainnya (lawan jenis). Dapat menjelaskan secara sederhana bentuk-bentuk bagian tubuh. Hindari untuk memberikan persamaan yang tidak masuk akal pada anak jika menjelaskan bagian-bagian vital.

Itulah beberapa hal yang dapat kita pahami mengenai usia rentang yang baik untuk memberikan pendidikan seksual pada anak.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here