Hal-hal yang Terjadi Pada Otak saat Mengalami Orgasme

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Orgasme ialah klimaks dari setiap pasangan yang melakukan hubungan seks. Apa saja yang akan didapatkan oleh otak saat sedang mengalami orgasme? Simak di sini ya!

Beberapa Hal yang Mungkin Terjadi Pada Otak Saat Mengalami Orgasme

Organ genitalia memiliki syaraf yang mengirimkan informasi ke bagian otak untuk memberitahukan sensasi yang dialami. Khususnya saat terjadi sentuhan di area intim ini. Setiap kemaluan memiliki ujung syaraf besar yang masuk ke area sum-sum tulang belakang sehingga bermuara ke otak. Pada area kemaluan terdapat syaraf yang berhubungan pada rangsangan. Khususnya syaraf pudenda, hipogastrikus, panggul, dan vagus.

Keempat syaraf berfungsi mentransmisikan rangsangan dari vagina, leher rahim, klitoris, dan ke leher rahim, rahim dan ovarium. Pria bisa terjadi dari rektu, prostat, dan skrotum.

Otak pada pria dan wanita mengalami aktivitas korteks lateral orbitofrontal, tepatnya pada daerah otak di belakang mata kiri, yang akan ”mati” saat melakukan orgasme. Area ini juga merupakan daerah akal dan kontrol perilaku, sehingga saat orgasme, seseorang merasa kehilangan kontrol. Aktivitas orgasme juga meyerupai aktivitas orang yang memakai heroin.

Adanya perubahan yang terjadi pada tubuh saat orgasme ialah sebagai berikut:

  • Otak Menjadi Lebih Rileks

Sentuhan sederhana di area intim bisa membuat aktivitas otak lebih segar. Adanya sentuhan di area klitoris, vagina, dan leher rahim dapat merangsang korteks otak

  • Oksitosin yang Terlepas

Oksitosin merupakan hormon ‘cinta’ yang bisa dirasakan oleh seseorang karena adanya sentuhan, melakukan hubungan seksual, dan mengalami orgasme.

  • Orgasme Sendirian

Area vital wanita seperti klitoris, vagina dan leher rahim dapat merangsang tubuh untuk mendapatkan orgasme yang lebih intens.

  • Otak akan Aktif

Saat seseorang mengalami orgasme, maka bagian otak menjadi lebih aktif. Terlebih saat seseorang berfantasi, sehingga ada ekspresi emosional yang diaktifkan.

  • Peningkatan Rasa Nyeri

Area korteks anterior cingulate dan korteks insular otak bisa terjadi rasa nyeri ketika sedang bercinta, sehingga biasanya pasangan yang sedang berhubungan intim pun menggigit, menggaruk, menarik rambut, dan lain sebagainya.

  • Ekspresi Wajah yang Berubah

Otak yang dirangsang saat orgasme akan membuat ekspresi wajah menjadi berubah karena merasa sakit, aktivitas seks merupakan tindakan yang menyakitkan dan menyenangkan.

  • Klikmaks Hipotalamus

Perempuan bisa mencapai puncaknya saat hipotalamus dan inti accumbens bergerak aktif di area otak. Sehingga jantung bisa berdetak lebih cepat, pupil semakin membesar, dan bisa terjadi erangan keras.

Intinya orgasme ialah klimaks dari sebuah hubungan seksual, tapi orgasme tidak selalu dapat dirasakan ketika berhubungan seksual. Demikian informasi mengenai hal-hal yang bisa terjadi pada otak saat mengalami orgasme. Semoga bermanfaat bagi Pembaca. (MLS)


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here