SehatFresh.com – Infeksi telinga adalah gangguan kesehatan terbesar kedua yang sering menyerang bayi setelah batuk-pilek. Sekitar 50% bayi setidaknya pernah mengalami satu kali infeksi telinga sebelum mencapai usia satu tahun. Sebagian besar di antara mereka memiliki setidaknya satu infeksi telinga setelah ulang tahun pertama.
Infeksi telinga jauh lebih sering terjadi pada bayi dibandingkan orang dewasa dan sulit dideteksi karena telinga masih cenderung tersembunyi. Infeksi telinga cukup sering menyebabkan bayi Anda menjadi kolik dan menempel.
Pada dasarnya, infeksi telinga terdiri dari tiga jenis yakni media otitis akut (AOM), otitis media dengan efusi (OME) dan otitis media kronis dengan efusi (COME).
AOM adalah kasus ketika telinga tengah menderita infeksi bakteri, menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang parah. OME juga disebut sebagai lem telinga dan disebabkan bila ada akumulasi cairan di telinga tengah yang akhirnya terkena bakteri. Bila kondisi ini berulang kali terjadi dengan atau tanpa infeksi, maka disebut otitis media kronis dengan efusi (COME).
Saat bayi mengalami infeksi di kedua telinganya, maka itu adalah kasus infeksi telinga bilateral. Bagaimanapun, bayi akan menunjukkan ketidaknyamanan akibat reaksi inflamasi pada membran timpani, yang juga dikenal sebagai gendang telinga.
Mengapa bayi lebih rawan infeksi telinga dibandingkan dengan orang dewasa? Bayi rentan terhadap infeksi telinga karena sejumlah alasan berikut ini:
- Sistem kekebalan tubuh belum sempurna
Tak seperti orang dewasa yang memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang telah kuat, anak-anak dan bayi masih begitu rentan terhadap paparan atau serangan penyakit. Kondisi ini menjadi hambatan untuk melawan patogen dan membutuhkan waktu lebih lama untuk melawan infeksi.
- Mengembangkan tabung eustachius
Seperti banyak bagian tubuh lainnya, tabung eustachius juga masih berkembang. Tabung ini lebih pendek, sempit, dan horisontal pada bayi. Hal ini memudahkan lendir dan cairan bergerak dari rongga hidung ke telinga tengah, namun sulit dikeringkan. Seiring pertumbuhan bayi Anda, tabung eustachius perlahan akan menjadi lebih panjang dan lebih vertikal.
Singkatnya, tubuh bayi yang sedang berkembang membuatnya rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk infeksi telinga. Tapi, Anda bisa mengetahui tanda-tanda infeksi telinga pada bayi sehingga Anda bisa berhati-hati.
Cara termudah untuk mengetahui apakah bayi mungkin memiliki infeksi telinga adalah dengan mengamati perubahan suasana hatinya. Contohnya bayi menjadi rewel, mulai menangis lebih banyak dari biasanya, atau gelisah. Bisa juga muncul demam (baik demam ringan maupun tinggi). Tanda lebih nyata lainnya ialah bayi sering menarik-narik telinganya. Ini bisa menjadi tanda, tapi tidak mutlak menjadi ciri infeksi telinga pada bayi. (SBA)









































