Kerentanan Wanita Terhadap Masalah Kesehatan Gigi

SehatFresh.com – Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, penting untuk menyikat gigi dua kali sehari, flossing sekali sehari, makan sehat, berolahraga, dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Khususnya para wanita, pedoman kesehatan gigi dan mulut tersebut jangan sampai terabaikan. Pasalnya, wanita menjadi lebih rentan menderita penyakit periodontal (penyakit gusi) di beberapa titik kehidupannya.

Penyakit periodontal, disebabkan oleh bakteri dan racun dalam plak gigi. Penyakit gusi memengaruhi gusi dan struktur pendukung gigi. Bentuk awal dari penyakit periodontal adalah radang gusi (gingivitis), yang biasanya menyebabkan jaringan gusi membengkak, berubah menjadi merah dan mudah berdarah. Jika tidak diobati, penyakit gusi dapat berkembang ke tahap yang lebih serius di mana tulang dan jaringan sekitar gigi rusak atau hancur (periodontitis). Jika masih tidak diobati, gigi akhirnya menjadi longgar dan mungkin akan tanggal.

  • Pubertas

Selama pubertas, peningkatan kadar hormon seks, seperti progesteron dan estrogen, menyebabkan sirkulasi darah meningkat ke gusi. Hal ini bisa meningkatkan sensitivitas gusi dan menyebabkannya bereaksi lebih terhadap pemicu iritasi apa pun, termasuk partikel makanan dan plak. Teori lain mengatakan bahwa bahwa tingkat peningkatan hormon seks juga meningkatkan pertumbuhan beberapa bakteri tepat di bawah gusi di sekitar gigi. Pada masa pubertas, gusi mungkin rentan membengkak, cenderung lebih merah dan terasa lunak. Penyakit gusi bisa lebih sulit diobati jika memakai kawat gigi, dan ini memerlukan penanganan ortodontik.

  • Menstruasi

Terkadang, beberapa wanita mengalami gingivitis (radang gusi) terkait menstruasi. Gejalanya adalah gusi berdarah, gusi merah dan bengkak serta luka di bagian dalam pipi. Gingivitis terkait menstruasi biasanya terjadi tepat sebelum menstruasi dan akan hilang segera setelah datang menstruasi. Hal ini disebabkan peningkatan jumlah progesteron dalam tubuh, yang efeknya semakin diperparah dengan akumulasi plak.

  • Kehamilan

Sistem kekebalan tubuh dan kadar hormon mengalami perubahan terkait kehamilan. Ini membuat para ibu hamil lebih rentan terkena infeksi. Semua infeksi pada wanita hamil karena bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan bayi. Karena penyakit periodontal juga berawal dari infeksi bakteri, ini juga membawa risiko tersendiri bagi kehamilan. Menurut beberapa studi, wanita hamil yang memiliki penyakit periodontal lebih besar kemungkinannya memiliki bayi yang lahir prematur dan berat badan lahir rendah.

  • Pil KB

Jika Anda sedang mengonsumsi pil KB, Anda mungkin mengalami masalah mulut yang sama yang memengaruhi wanita hamil. Hormon dalam kontrasepsi oral akan meningkatkan kadar progesteron dalam tubuh, dan setiap bahan iritan lokal (makanan, plak, dan lain sebagainya) bisa membuat gusi berubah menjadi merah, berdarah dan membengkak.

  • Menopause

Seiring dengan perubahan hormon yang terjadi, wanita yang telah mencapai menopause mungkin mengalami menopausal gingivostomatitis, yaitu ketidaknyamanan di dalam mulut karena mulut kering, rasa sakit dan sensasi panas di jaringan gusi dan perubahan sensasi mengecap rasa terutama asin, pedas atau asam.

Sumber gambar : www.widjiume.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY