Penyebab Gangguan Remaja Menjadi Attention Seeker

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Remaja yang menjadi Attention Seeker tidaklah terjadi begitu saja. Remaja yang memiliki gejala pencari perhatian berlebih bisa dipicu oleh masa lalu yang membuatnya tertekan dan membuatnya tidak percaya diri sehingga Ia membutuhkan pengakuan dan penghargaan dari orang lain, yang biasa dilakukannya dengan mencari perhatian orang lain. Remaja yang memiliki gejala sebagai attention seeker adalah penderita yang memiliki sindrom yang membuatnya selalu ingin dan haus akan perhatian dari orang lain. Ia akan terus menerus mencari perhatian dari orang lain kapanpun dan di manapun.

Sejak awal dilahirkan, kita sebagai manusia tentulah membutuhkan perhatian. Seorang bayi yang baru lahirpun, membutuhkan perhatian dari Ibunya untuk bertahan hidup. Maka dari itu, hal inilah yang membuat manusia menjadi wajar ketika Ia membutuhkan perhatian dari orang lain. Tetapi ketika kebutuhan akan perhatian timbul secara berlebihan hingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya, maka hal itu tidaklah normal. Menyakiti diri sendiri, menipu orang lain, sampai melakukan tindakan yang membahayakan orang lain bisa dilakukan oleh seorang attention seeker demi mendapatkan perhatian.

Attention Seeker masuk ke dalam masalah kondisi psikologis. Tipe kepribadian ini biasanya lahir dari tekanan masa lalu. Perlakuan masa kecil dari orangtua dan lingkungan tempatnya berada juga memicu lahirnya kepribadian ini. Berikut akan saya paparkan beberapa penyebab seorang remaja bisa menjadi seorang attention seeker :

  1. Kurang mendapat perhatian, waktu dan apresiasi dari orangtua

Orangtua memegang peran penting dalam pertumbuhan karakter anak, karena melalui orangtualah anak tumbuh dan berkembang sampai dewasa. Ketika baru lahir, seorang anak membutuhkan perhatian dari orangtuanya dalam bertahan hidup. Keinginan dasar anak seperti ingin diakui, didengar dan dipahami begitu tertanam dalam batinnya sehingga ketika tidak terpenuhi keinginan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi yang menghancurkannya berhubungan dengan kepribadian dan karakter sang anak.

Orangtua yang bersikap acuh tak acuh dan tidak peduli akan membuat anak merasa bahwa kebutuhan untuk mendapat perhatian dari orangtua tidak dipenuhi. Akibatnya sang anak berusaha mencari perhatian yang Ia butuhkan dari orang-orang sekitar untuk memastikan bahwa kebutuhan utama mereka terpenuhi. Hal inilah yang membuat anak ketika tumbuh remaja memiliki gejala menjadi seorang attention seeker. Dampak dari diabaikan oleh orangtua saat anak-anak diidentifikasi menjadi pemicu utama anak menjadi attention seeker. Penelitian juga menunjukkan bahwa kurangnya perhatian yang memadai dalam kehidupan sehari-hari juga dapat berdampak buruk pada kesehatan emosional pada anak terutama saat remaja.

2. Trauma akan kejadian di masa lalu

Trauma akan kejadian di masa lalu yang membuat seorang anak menjadi tertekan dan kehilangan rasa percaya diri mampu memicunya menjadi attention seeker saat remaja. Kejadian seperti dipermalukan hingga membuatnya tidak percaya diri dan bullying dari teman-temannya yang membuat anak menjadi kehilangan kepercayaan diri juga bisa sebagai penyebabnya. Kurangnya apresiasi dari orangtua terhadap prestasi anak, tuntutan berlebihan yang membuat anak tertekan dan selalu fokus pada kesalahan anak bukan pada keberhasilannya juga memicu anak menjadi seorang attention seeker.

Cara yang dilakukannya untuk mengembalikan kepercayaan diri adalah dengan melihat pendapat orang lain tentang dirinya. Semakin banyak orang yang memandangnya, memujinya dan memberikan simpati dalam bentuk apapun, hal ini akan membuat harga dirinya juga akan meningkat. Hal inilah yang membuatnya selalu berusaha mencari perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Tidak jarang ditemukan bahwa remaja yang juga memiliki gejala attention seeker adalah korban dari perceraian orangtua di masa lalu.

  1. Merasa kurang dihargai

Ketika seseorang merasa kurang dihargai ditempatnya berada, Ia akan melakukan apapun untuk menunjukkan dirinya pantas untuk dihargai walaupun harus menggunakan segala cara demi mendapatkan perhatian dari orang-orang di sekitarnya.

  1. Arogan dan terlalu percaya diri

Seseorang yang arogan dan terlalu percaya diri juga dapat merusak kelangsungan hidupnya. Ia merasa dirinya lebih hebat dari orang lain, menganggap bahwa dirinya yang terbaik dan harus menjadi pusat perhatian sehingga membuatnya selalu berperilaku agar bisa mendapat perhatian orang lain.

  1. Kesalahan pola asuh orangtua

Faktor lain penyebab remaja menjadi seorang attention seeker adalah kesalahan dari pola asuh orangtua. Sebagai contoh yaitu kebiasaan orangtua yang selalu menuntut anak dan mengajarkan anak untuk menjadi pusat perhatian. Hal ini membuat sang anak lama-kelamaan memiliki kepribadian untuk menjadi pusat perhatian. Sehingga terkadang tanpa disadari anak menjadi attention seeker akibat pengajaran yang salah dari orangtua dan Ia pun tidak tahu mana yang benar atau yang salah. (SFK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here