Posisi Seks yang Berbahaya untuk Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kehamilan tentu menjadi hal yang menggembirakan bagi pasangan suami-istri. Terlebih bagi mereka yang telah lama mengidam-idamkan keturunan. Namun, di sisi lain kehamilan bisa menjadi hal yang mengkhawatirkan terkait urusan ranjang.

Mengapa harus khawatir? Ya, karena posisi seks tertentu bisa membahayakan kesehatan wanita dan janin yang dikandungnya.Tentu saja ada kewajiban suami untuk menanyakan istri, kira-kira posisi seperti apa yang diinginkan. Jika istri menyanggupi, silakan. Jika tidak, ada baiknya jangan dilanjutkan. Pilihlah posisi seks selama hamil yang cocok dan memang dianjurkan.

Di sinilah pentingnya komunikasi dan kesepahaman antara suami dan istri. Istri harus jujur dan terbuka kepada suami. Sementara itu, suami juga jangan bersikap egois dan mementingkan diri sendiri.

Lantas, posisi seks seperti apakah yang perlu dihindari saat bercinta bagi wanita hamil? Setelah Anda memasuki 20 minggu kehamilan, maka hindarilah posisi yang membuat Anda berbaring telentang, seperti posisi misionaris. Ketika Anda berbaring telentang, rahim yang membesar akan menekan aorta, yang berfungsi mengalirkan darah ke plasenta. Kemudian, cobalah untuk mengganjal pinggul sebelah kiri dengan bantal.

Dengan kata lain, posisi seks yang perlu dihindari adalah posisi si wanita di bawah dan pria di atas karena akan terjadi penekanan di perut yang justru membahayakan si janin. Di samping itu, istri pun akan merasa sesak.

Posisi ini makin mengkhawatirkan tatkala perut makin membesar seiring bertambahnya usia kehamilan. Tak hanya itu, pada trimester akhir ini hindari posisi seks yang terlalu memakan tenaga kamu. Hal ini karena dengan perut yang semakin besar, tentunya keseimbangan tubuh akan menjadi masalah jika melakukan posisi seks yang bermacam-macam gaya. Jadi ada baiknya cobalah posisi seks yang nyaman dan tidak terlalu menghabiskan tenaga dan mengganggu sistem pernapasan Anda.

Selain itu, beberapa wanita tidak menyukai perasaan penetrasi yang sangat dalam. Selain itu, seks anal juga tidak diperbolehkan karena adanya risiko infeksi dan penyebaran bakteri ke vagina. Banyak wanita hamil yang menderita wasir karena hal ini.

Untuk seks oral, ini boleh dilakukan. Namun, pasangan pria tidak boleh meniup atau memaksa udara masuk ke vagina. Hal ini karena dapat menyebabkan embolisme berbahaya. Embolisme berbahaya terjadi ketika ledakan udara menutup pembuluh darah.

Kabar baiknya ialah peristiwa keguguran atau kehilangan janin di awal kehamilan tidak ada hubungannya dengan melakukan aktivitas seksual. Jadi, berbicaralah pada dokter Anda jika Anda khawatir. Selain itu, Anda harus memberi tahu dokter jika memiliki kondisi atau penyakit tertentu agar seks dapat dilakukan dengan aman. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here