Tes Kesehatan Pra-nikah

SehatFresh.com – Fakta menunjukkan bahwa banyak di antara kita yang tidak sepenuhnya mengetahui status kesehatan sendiri secara detail. Inilah kondisi sebagian besar masyarakat kita di mana tidak banyak yang melaksanakan pemeriksaan kesehatan tahunan secara rutin. Mungkin seseorang terlihat sehat atau merasa sehat, padahal bisa saja sebenarnya ia membawa beberapa penyakit infeksi. Salah satu tes kesehatan yang kerap terabaikan adalah tes kesehatan pra-nikah.

Pemeriksaan kesehatan pra-nikah mungkin tidak begitu umum di Indonesia. Tidak semua orang menganggap tes ini penting dilakukan sebelum menikah. Bahkan, beberapa orang menganggapnya tidak penting karena lebih baik menerima calon pasangan apa adanya. Padahal, pemeriksaan tersebut merupakan prosedur sebelum pernikahan yang sangat direkomendasikan oleh para dokter.

Bagi calon pasangan yang mau menikah masih ada ketakutan akan membuat pernikahan jadi batal. Hal inilah yang kerap menjadi kendala. Padahal, pemeriksaan kesehatan pra-nikah dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa kedua calon mempelai secara medis dinyatakan sehat, tidak hanya sehat fisik tapi juga secara psikis.

Kapan waktunya?
Pada dasarnya, pemeriksaan kesehatan pra-nikah bisa dilakukan kapan saja, namun waktu yang tepat adalah enam bulan sebelum pernikahan. Namun, ukuran ideal ini sifatnya fleksibel. Tes ini bisa dilakukan calon pengantin kapan pun sebelum mereka menggelar penikahan dengan catatan Anda dan pasangan merasa sudah siap. Jika ada masalah yang ditemukan, dokter akan melakukan pengobatan untuk meminimalkan risiko lebih lanjut yang mungkin timbul kelak.

Apa saja yang diperiksa?
Secara umum, pemeriksaan medis pra-nikah meliputi tes darah rutin dan analisis hemoglobin untuk memeriksa apakah ada kelainan darah. Sementara itu, tes lainnya mencakup :

  • Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR), untuk mengetahui peradangan.
  • Tes golongan darah dan rhesus faktor, untuk memprediksi golongan darah bayi. Persilangan rhesus positif dan negatif dapat menyebabkan terjadinya keguguran berulang karena sel darah kita akan memakan sel darah janin.
  • Tes urin lengkap, untuk memantau fungsi ginjal dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan ginjal atau saluran kemih.
  • Tes gula darah, untuk memantau kemungkinan diabetes mellitus.
  • Tes HBsAG, untuk mengetahui kemungkinan hepatitis B.
  • Tes VDLR/RPR, mengetahui kemungkinan penyakit sifilis.
  • Tes TORCH, untuk mendeteksi infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma, virus Rubella, virus Cytomegalo (CMV), virus Herpes yang dapat menyebabkan cacat pada janin dan bayi prematur.

Pemeriksaan yang berhubungan dengan organ reproduksi dan kesuburan

  • Untuk wanita
    Pemeriksaan organ reproduksi wanita melibatkan pemeriksaan USG dengan tujuan untuk mengetahui kondisi rahim, saluran telur dan indung telur. Pemeriksaan lebih lanjut seperti HSG (Hysterosalpingogram) ditujukan untuk mengetahui kondisi tuba falopi dan menganalisa kemungkinan kista, polip endometrium, atau fibroid. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk wanita yang siklus haidnya tidak teratur atau berlebihan.
  • Untuk pria
    Selain dilakukan pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan penis, skrotum, prostat juga dilakukan pemeriksaan hormon FSH yang berperan dalam proses pembentukan sperma serta kadar hormon testosteron. Analisis semen dan sperma juga mungkin disarankan oleh dokter.

Sebelum mengikuti serangkaian tes kesehatan pra-nikah, kedua calon mempelai sebaiknya memenuhi syarat berikut ini :

  1. Kedua calon mempelai dianjurkan untuk puasa 10 sampai 12 jam sebelum melakukan tes. Namun, masih diperbolehkan minum air putih.
  2. Untuk calon pengantin wanita, tes dilakukan ketika tidak sedang haid.

Pemeriksaan kesehatan pra-nikah adalah satu tahap dalam persiapan pernikahan hendaknya tidak diabaikan. Telah banyak contoh konflik dalam pernikahan yang mungkin berujung pada perceraian akibat masalah kesehatan pasangan dan keturunan. Dengan pemeriksaan kesehatan pra-nikah, maka Anda dan pasangan akan saling mengenal kondisi kesehatan masing-masing, sehingga kemungkinan risiko penyakit bisa diantisipasi dan dicegah sejak awal.

Sumber gambar : spnsurabaya.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY