Tiga Masalah Kemih Yang Umum Pada Pria

SehatFresh.com – Sistem kemih mengekskresikan limbah yang larut dalam air dari tubuh melalui urin. Gangguan saluran kemih dapat mengubah kemampuan seseorang untuk buang air kecil secara normal. Pada pria, masalah kemih mungkin timbul akibat gangguan pada prostat, kandung kemih atau bagian sistem kemih lainnya. Tiga kondisi berikut ini merupakan masalah kemih yang umum di kalangan pria :

  1. Benign prostatic hypertrophy (BPH)

Benign prostatic hypertrophy (BPH) adalah masalah kemih yang umum terutama di kalangan pria paruh baya. MayoClinic.com menyatakan bahwa BPH, yang juga dikenal sebagai pembesaran kelenjar prostat, dapat menyebabkan gejala kencing yang mengganggu, seperti penyumbatan urin. Tanda-tanda dan gejala umum yang berhubungan dengan BPH termasuk aliran urin yang lemah, kesulitan ketika akan buang air kecil, dorongan buang air kecil menjadi lebih sering, mengejan saat buang air kecil, pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap, darah dalam urin dan infeksi saluran kemih. Faktor risiko tertentu dapat meningkatkan kemungkinan mengembangkan BPH seperti penuaan dan memiliki riwayat keluarga dengan kondisi yang sama.

  1. Prostatitis

Prostat adalah kelenjar seukuran buah kenari yang berada di bawah kandung kemih. Prostat mengelilingi uretra (saluran untuk pengeluaran urin dan air mani). Prostatitis adalah suatu kondisi di mana prostat menjadi meradang, karena infeksi bakteri atau penyebab lain yang tidak diketahui. Prostatitis dapat menyebabkan peningkatan frekuensi kencing, rasa sakit atau sensasi panas saat buang air kecil dan nyeri di seluruh perut bagian bawah.

Tanda-tanda umum dan gejala lain yang berhubungan dengan prostatitis termasuk kesulitan buang air kecil, nyeri pangkal paha atau punggung bawah, rasa sakit atau ketidaknyamanan di penis atau testis dan ejakulasi menjadi menyakitkan. Faktor risiko tertentu meningkatkan kemungkinan prostatitis, termasuk infeksi kandung kemih atau saluran kencing, trauma, dehidrasi, dan infeksi human immunodeficiency virus (HIV).

  1. Retensi urin

Retensi urin merujuk pada ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih. Kondisi ini umum di antara pria di usia 50-an dan 60-an. Kondisi ini disebabkan oleh penyumbatan pada saluran kemih akibat pembesaran kelenjar prostat, batu ginjal, batu kandung kemih atau akibat penyebab non-obstruktif, seperti otot kandung kemih yang lemah dan masalah saraf yang mengakibatkan terganggunya sinyal saraf antara otak dan kandung kemih.

Ada dua jenis utama retensi urin, yaitu kronis dan akut. Istilah akut dan kronis berkaitan dengan waktu. Akut artinya keadaan baru saja terjadi sedangkan kronis artinya sudah lama terjadi. Tanda-tanda dan gejala yang berhubungan dengan retensi urin kronis umum termasuk aliran lemah dan inkontinensia berlebih. Tanda-tanda dan gejala yang berhubungan dengan retensi urin akut umum termasuk rasa sakit atau ketidaknyamanan di perut bagian bawah dan perut kembung.

Retensi urin kronis ditandai dengan kesulitan memulai aliran urin dan pengosongan kandung kemih tidak lengkap. Seseorang dengan retensi urin kronis menjadi lebih sering buang air kecil dan merasakan dorongan buang air kecil tanpa henti. Retensi urin akut ditandai oleh ketidakmampuan untuk buang air kecil secara tiba-tiba. Retensi urin akut adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan intervensi segera.

Sumber gambar : lenapetersson.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY