Agar Tidak Nyeri Saat Bercinta

SehatFresh.com – Nyeri saat senggama ataupun setelah berhubungan seksual merupakan hal yang tidak boleh diremehkan, apalagi jika hal tersebut terjadi hingga berulang kali. Masalah tersebut lebih cenderung dialami oleh wanita, namun tidak menutup kemungkinan pria juga mengalaminya. Nyeri saat atau setelah berhubungan seksual dapat disebabkan oleh kurangnya pelumas (lubrikan) yang keluar dari alat kelamin wanita sehingga saat alat kelamin pria bergesekan dengan alat kelamin wanita, akan timbul rasa nyeri.

Cairan pelumas diproduksi secara alami oleh vagina ketika wanita menjadi terangsang. Penyebab utama kurangnya lubrikasi adalah kurangnya pemanasan (foreplay). Namun produksi cairan pelumas juga akan terganggu pada wanita yang telah menopause. Seiring bertambahnya usia, lapisan vagina kehilangan kelembaban alaminya sehingga membuatnya menjadi kering. Wanita yang baru melahirkan dan menyusui juga cenderung mengalami hal yang sama. Faktor lain yang menghambat produksi lubrikasi adalah wanita yang mengonsumsi obat-obatan seperti pil KB, obat penenang, obat antidepresan, dan obat tekanan darah.

Nyeri yang dirasakan saat berhubungan seksual bisa bersifat traumatis dan sulit dilupakan sehingga pada aktivitas seksual berikutnya, biasanya lubrikasi menjadi kurang didukung karena vagina yang tidak membuka. Selain itu, ingatan akan rasa nyeri tersebut cenderung memperparah rasa nyeri yang terjadi sehingga akan timbul nyeri yang lebih.

Bagaimana cara mengatasinya?
Rasa sakit biasanya terjadi karena penetrasi yang terlalu dini dilakukan oleh pasangan, padahal Anda belum siap. Maka dari itu, katakan kepada pasangan untuk memperpanjang waktu pemanasan guna merangsang cairan lubrikasi keluar dari vagina. Saat foreplay, Anda bisa meminta pasangan untuk menyentuh bagian tubuh Anda yang sensitif agar mudah terangsang.

Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan ganti posisi, wanita bisa mencoba berada di atas saat berhubungan seksual. Dengan posisi itu, pihak wanita bisa mengontrol gerakan penetrasi hingga kedalaman yang bisa membuatnya merasa nyaman.

Yang paling penting diantara semuanya adalah komunikasi. Tanpa komunikasi, Anda dan pasangan akan sulit mencapai kenikmatan saat berhubungan intim. Selalu utarakan pendapat Anda kepada pasangan mengenai apa yang membuat nyaman dan apa yang tidak. Jika Anda merasa sakit, tidak perlu sungkan untuk memberi tahu pasangan agar memperlambat gerakan serta beralih ke posisi yang lebih nyaman.

Jika rasa sakit tak kunjung hilang, Anda bisa menjalani pengobatan secara medis. Sebelum memberikan pengobatan, dokter akan bertanya beberapa hal, seperti bagaimana kehidupan seksual Anda, bagaimana rasa sakitnya, seberapa sering Anda merasakan sakit, riwayat kesehatan dan lain sebagainya. Pengobatan juga mungkin melibatkan bantuan dari terapis seks.

Sumber gambar : ruangpsikologi.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY