Alasan Penggunaan Pantyliner pada Kewanitaan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pantyliner merupakan sebuah jenis pembalut yang digunakan khusus untuk mengatasi kebersihan daerah kewanitaan. Salah satu alasan penggunaan pantyliner adalah mengatasi keputihan berlebih yang keluar dari daerah kewanitaan. Sebagian besar wanita mungkin sudah terbiasa menggunakan pantyliner untuk menjaga kelembaban daerah kewanitaan dan untuk mengatasi keputihan. Ada yang menggunakannya setiap hari atau mungkin tidak mau menggunakannya sama sekali.

Pantyliner merupakan pembalut tipis yang memang didesain untuk menyerap lendir berlebih yang keluar dari daerah kewanitaan wanita. Kegunaan dari pantyliner sendiri hampir sama dengan pembalut yang biasa digunakan wanita pada saat haid. Namun beberapa wanita salah dalam memanfaatkan pantyliner ini.

Alasan pertama penggunaan pantyliner adalah bisa membantu saat banyak aktivitas. Pantyliner ini bisa membantu ketika seseorang memiliki banyak aktivitas seperti ketika berlari, olahraga berat dan melakukan aktivitas lain yang cukup menguras tenaga dan dapat membuat daerah kewanitaan yang berkeringat. Ketika hal ini terjadi, penggunaan pantyliner sangatlah bermanfaat.

Penggunaan pantyliner juga bisa membantu ketika datangnya menstruasi yang tidak terduga. Menstruasi yang tidak terduga ini bisa sangat fatal. Salah satu alasan penggunaan pantyliner adalah untuk melindungi wanita dari kejadian tersebut atau noda yang tidak sengaja melekat di pakaian daerah kewanitaan. Selain itu, pantyliner sangat baik digunakan saat berakhirnya masa menstruasi menjelang masa keputihan. Bentuknya yang tipis, membuatnya menjadi praktis untuk dibawa dan dipakai.

Pada saat pasca kehamilan, pantyliner juga baik digunakan para Ibu agar bisa mengatur keputihan yang terjadi pasca melahirkan. Alasan penggunaan pantyliner juga adalah melindungi pakaian dari kotoran. Kebanyakan wanita menggunakan pantyliner untuk mengantisipasi kotoran buang air kecil yang tidak terlihat.

Pantyliner seharusnya digunakan hanya dalam waktu yang singkat saja dan tidak perlu digunakan setiap hari sebelum dan sesudah menstruasi. Harus juga diperhatikan untuk mengganti pantyliner yang dipakai setelah buang air kecil atau setiap 2 jam sekali. Hal ini dilakukan agar keputihan atau lendir bisa dikeluarkan oleh daerah kewanitaan. Karena setelah buang air kecil tidak segera mengganti pantyliner, bakteri-bakteri dan kotoran dalam lendir akan bercampur dan menumpuk di dalam kapas pantyliner. Kondisi ini akan memaksa daerah kewanitan menjadi dalam kondisi lembab dan menyebabkan bibit penyakit di sekitarnya. Kelembaban yang lebih dan kumpulan kotoran dari lendir keputihan bisa memberikan efek kumulatif untuk timbulnya infeksi, rasa gatal dan bau yang tidak sedap.

Sebaiknya, hindari kebiasaan menggunakan pantyliner secara berlebihan. Kebersihan dan kesehatan daerah kewanitaan haruslah terus diperhatikan. Pantyliner memang dapat memberikan perasaan kering dan nyaman. Namun sangat penting untuk memperhatikan efek kumulatifnya. Boleh saja menggunakan pantyliner, namun tetap harus bijak dalam melihat situasi dan tujuannya. Jangan sampai kita lupa untuk menjaga kebersihan dan kesehatan daerah kewanitaan. (SFK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here