Amankah Lemak Trans Susu Bagi Tubuh?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Lemak memiliki reputasi yang buruk bagi sebagian orang, terutama yang sedang menjalani program diet. Padahal, lemak tak selalu buruk atau membuat gemuk, lemak trans susu adalah salah satunya. Identik dengan lemak pada umumnya, lemak trans juga sering dicap buruk. Tapi, kandungan lemak trans dalam susu berbeda dengan lemak trans lainnya karena tidak berbahaya bagi kesehatan.

Biasanya, lemak trans terkandung di dalam makanan kemasan atau makanan yang telah digoreng dengan minyak yang digunakan berkali-kali. Lemak trans tersebut berasal dari hidrogenasi yang terjadi selama pengolahan makanan. Pada awalnya, lemak trans ini berbentuk lemak tidak jenuh (lemak baik). Sayangnya, melalui hidrogenasi, struktur lemak berubah dan terbentuklah lemak trans.

Hidrogenasi inilah yang membuat makanan serta minuman kemasan dapat bertahan lebih lama. Tak heran bila lemak trans banyak terkandung di dalam makanan yang sudah mengalami pengolahan, khususnya di pabrik. Margarin adalah salah satu contohnya.

Nah, ini bedanya dengan lemak trans susu. Lemak trans dalam susu terbentuk secara alami. Selain di pabrik, hidrogenasi alami terjadi di dalam perut hewan, seperti sapi dan kambing. Alhasil, lemak trans yang terbentuk alami lebih aman daripada lemak trans hasil pengolahan makanan di pabrik.

Lemak trans yang ada di dalam kemasan makanan atau makanan yang digoreng telah terbukti bisa meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah. Hal ini terjadi karena lemak trans meningkatkan jumlah kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik. Padahal, kolesterol baik berperan untuk mengangkut sisa-sisa lemak yang tertinggal di pembuluh darah. Sisa lemak di pembuluh darah inilah yang menyumbat pembuluh darah.

Asam lemak trans melalui hidrogenasi yang boleh dikonsumsi totalnya adalah kurang dari 1% dari total energi setiap harinya. Lebih dari itu, bisa berisiko penyakit jantung dan bahkan kematian. Lain cerita bila lemak trans itu diproses secara alami. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menyatakan, lemak trans pada susu tidak mengurangi kolesterol baik, tapi justru meningkatkan jumlahnya.

Berarti amankah mengonsumsi lemak trans dari susu? Eitt.. tunggu dulu! Susu juga memiliki kandungan lemak jenuh yang juga mempengaruhi kadar kolesterol di dalam tubuh. Bila porsi yang dikonsumsi terlalu banyak, maka lemak dari susu juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Jadi, tetap  perhatikan porsi susu yang hendak Anda konsumsi ya. Untuk menghindari dampak buruk lemak trans susu yang dikonsumsi berlebih, Anda bisa mengimbanginya dengan mengonsumsi makanan yang berserat dan vitamin serta mineral yang tinggi, misalnya sayur dan buah. Serat yang ada di dalam sayur dan buah dapat mengikat lemak di dalam tubuh dan membuat tumpukan jumlah lemak berkurang. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here