Amankah Penggunaan Bra Berkawat saat Hamil ?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Selama 20 minggu pertama, Anda mungkin masih dapat memakai BH (breast holder) yang sudah dipakai sejak sebelum hamil. Namun, setelah usia kehamilan Anda lebih dari 20 minggu, mau tak mau Anda harus membeli BH  baru untuk  menopang payudara Anda yang terus membesar dan semakin berat, terlebih lagi ketika menyusui kelak. Hal ini juga untuk menjaga bentuk payudara Anda agar tidak “turun”.

Ada dua pilihan bra yang dapat Anda pakai selama masa kehamilan, yaitu bra khusus ibu hamil dan bra khusus ibu menyusui. Bra untuk ibu menyusui dapat Anda pakai sejak hamil, terutama saat usia kehamilan Anda memasuki trimester 3.

Berkaitan dengan kehamilaan pemilihan bra pada ibu hamil memang harus di perhatikan namun belakangan ini timbul isu bahwa bra berkawat dapat menyebabkan kangker payudara?

Sebenarnya tidak ada bukti medis bahwa menggunakan bra kawat berisiko terkena kangker payudara. Isu tersebut timbul karena beberapa orang menganggap bahwa kawat yang menyangga pada bra dapat menekan dan menghambat system kelenjar getah bening payudara yang menyebabkan akumulasi racun dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan kangker pada payudara. Pada faktanya aliran limfatik dapat mengalir dengan lancer tanpa terhambat kawat pada bra.

Akan tetapi penggunaan bra kawat dengan sangat ketat justru berbahaya dan hal ini yang meningkatkan resiko kangker walau pada dasarnyaa bra kawat sendiri sangat aman untuk digunakan.

Oleh karena itu, Anda juga tak bisa sembarangan dalam memilih bra. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, seperti berikut ini:

  1. Hindari bra kawat

Selama menyusui, hindarilah penggunaan bra berkawat. Selain dapat membuat aliran darah pada payudara terganggu, aliran ASI juga bisa mengalami gangguan dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Oleh sebab itu, hindarilah penggunaan bra kawat.

  1. Memilih bra sesuai ukuran payudara

Pilihlah bra yang sesuai ukuran payudara Anda, sehingga mampu menutup payudara dengan sempurna. Salah satu perubahan yang akan dialami saat hamil adalah ukuran payudara yang membesar. Tulang rusuk pun “membesar” saat hamil. Alhasil, ukuran bra pun berubah menjadi lebih besar.

Maka, saat memilih bra menyusui, pastikan ukuran lingkar dada dan cup sudah sesuai dengan payudara Anda. Oh ya, Anda juga disarankan membeli bra berdekatan dengan waktu persalinan (1 – 2 minggu sebelumnya) agar ukuran bra dan payudara lebih pas.

Hindari pula memilih bra menyusui dengan ukuran yang terlalu kecil atau ketat. Alih-alih nyaman, Anda akan cepat pegal dan saluran ASI malah bisa tersumbat sehingga menyebabkan mastitis.

  1. Wajib miliki pengait depan

Bra menyusui berbeda dengan bra biasa. Salah satunya letak pengait bra. Bra menyusui memiliki pengait di depan untuk memudahkan Anda melepaskan bra dengan satu tangan saat ingin memberikan ASI.

  1. Bahan 100% katun

Bra berbahan katun dapat membuat kulit payudara “bernafas” dan tetap kering, sehingga mampu mencegah pertumbuhan bakteri pada payudara. Anda juga bisa menjaga higienitas payudara dengan menggunakan breast pad sekali pakai atau breast pad yang bisa dicuci. Breast pad juga akan mencegah ASI bocor sehingga bra menyusui tetap kering meski produksi ASI melimpah.

  1. Bra khusus menyusui

Para ahli menyarankan Anda menggunakan bra menyusui. Hal tersebut dikarenakan bra menyusui sudah dibuat khusus untuk menyangga payudara yang berisi ASI. Tak hanya itu, bentuk payudara tetap dapat terjaga dengan baik. Bahkan, kelebihan bra menyusui biasanya memiliki celah yang dapat membuat mengeluarkan payudara tanpa harus membuka pengait.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here