Anak Obesitas Berisiko Asam Urat

SehatFresh.com – Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya sehat dan tidak kekurangan gizi. Anak yang gemuk dianggap lebih menggemaskan dibandingkan anak yang kurus. Selain itu, banyak orang menganggap bahwa gemuk adalah tanda sehat. Namun ternyata, anak yang memiliki berat badan berlebih (obesitas) lebih berisiko terkena berbagai penyakit ketika dewasa, termasuk salah satunya penyakit asam urat.

Anak-anak dapat mengalami penyakit asam urat bila mereka memiliki kelainan genetik yang menyebabkan mereka mengalami hiperurisemia, di mana kondisi kadar asam urat dalam darah melebihi “normal” yaitu lebih dari 7,0 mg/dl. Akan tetapi, anak yang tidak memiliki kelainan ini tetap berisiko, terlebih pada anak-anak dengan kecenderungan obesitas. Penyakit asam urat mungkin tidak akan mereka rasakan pada saat ini, namun ketika mereka mulai dewasa mereka lebih berisiko terkena penyakit ini dibandingkan anak-anak yang tidak mengalami kelebihan berat badan.

Sebuah riset mengemukanan bahwa obesitas membuat seseorang empat kali lebih rentan terserang penyakit asam urat dibandingkan orang bertubuh kurus. Dan anak-anak yang mengalami obesitas akan lebih cepat terserang penyakit asam urat dibandingkan mereka yang mengalami obesitas pada saat dewasa. Mengapa demikian? Anak yang mengalami obesitas biasanya memiliki pola makan yang tidak teratur sehingga supan protein, lemak, dan karbohidratnya tidak seimbang. Hal ini bisa mengakibatkan penumpukan asam urat atau protein purin yang lebih banyak dari kadar normal terlebih pada anak-anak yang tidak terkontrol asupan proteinnya. Di samping itu, obesitas pada anak menyebabkan adanya tekanan pada sendi dan terjadinya perubahan proses kimiawi dalam tubuh. Terjadinya perubahan proses kimiawi dalam tubuh anak menyebabkan terjadinya kesulitan proses pengeluaran asam urat dalam tubuh sehingga bisa memicu tingginya kadar asam urat dalam darah.

Sebagai upaya mencegah tingginya kadar asam urat, maka dapat dilakukan dengan berfokus pada manajemen berat badan yang baik. Proses untuk mengurangi berat badan anak dilakukan dengan tetap memerhatikan asupan gizi anak agar tumbuh kembang anak tidak terganggu. Hal ini tidak ditekankan pada pembatasan porsi makan, tapi terapkan pola makan yang benar agar makannya lebih teratur. Anda selaku orang tua bisa mencegah obesitas terjadi sejak dini dengan menanamkan kebiasaan pola makan sehat. Kontrol berat badan anak sesuai dengan usia dan tinggi badannya. Jika anak terlanjur obesitas, Anda bisa mengkonsultasikannya ke dokter agar berat badannya tidak menimbulkan komplikasi yang merugikan untuk kesehatannya baik untuk sekarang mau pun ketika nanti ia dewasa.

Sumber gambar : livinghealth.co.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY