ASI Eksklusif Cegah Alergi

SehatFresh.com – Setiap bayi beresiko terkena alergi. Meski orang tua tidak memiliki riwayat alergi sekali pun, anak masih berisiko mengembangkan alergi sebesar 5-15 persen. Umumnya, jika salah satu saudara kandung memiliki alergi, maka seorang anak memiliki berisiko terkena alergi sebesar 25-30 persen. Sedangkan bagi ibu atau ayah yang memiliki alergi, maka kemungkinan anak mengembangkan alergi mencapai 40 persen.

Berdasarkan data sebuah lembaga di Amerika Serikat, Center for Disease Control and Prevention (CDC), kasus alergi mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat sejak 1993 hingga 2006. Sementara itu, World Allergy Organization (WAO) 2011 menyebutkan bahwa kasus alergi terus meningkat hingga mencapai 40 persen populasi dunia. Alergi itu sendiri disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang bereaksi secara berlebihan pada zat tertentu. Alergi merupakan penyakit bisa terbawa hingga dewasa. Alergi yang dialami seseorang ketika dewasa biasanya merupakan manifestasi alergi yang pernah terjadi sebelumnya di masa kanak-kanak. Di Indonesia, diperkirakan 20% bayi baru lahir dan yang berusaia di bawah satu tahun mengalami alergi. Hal ini tentunya menjadi sesuatu yang patut diperhatikan.

Alergi bisa berdampak negatif kondisi psikologis anak, yang mana akhirnya berdampak negatif pula pada perkembangan anak. Dampak negatif tersebut bermacam-macam mulai dari gangguan konsentrasi, emosi hingga keterlambatan bicara. Menurut para ahli, pemberian asupan nutrisi yang seimbang sejak usia dini merupakan langkah yang paling baik sebagai upaya pencegahannya. Dalam hal ini, ASI dipercaya sebagai sumber asupan nutrisi terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi, termasuk dalam hal mencegah alergi.

Pemberian ASI eksklusif sejak dini merupakan langkah yang tepat untuk melindungi anak dari gangguan alergi. Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa ASI adalah asupan terbaik bagi kehidupan pertama seorang bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Bayi yang diberi air susu yang diproduksi oleh ibunya memiliki lapisan perlindungan yang lebih banyak di dalam tubuhnya dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula. Hal ini dikarenakan kandungan di dalam ASI jauh lebih lengkap mengungguli susu formula meskipun kandungan nutrisinya hampir sama dengan dengan ASI.

Jika tidak dicegah sejak kecil, alergi dikhawatirkan akan berkembang sampai dewasa dan menyebabkan rinitis alergi, yang biasanya mengarah ke gangguan saluran pencernaan, pernapasan, dan kulit. Oleh karena itu, maka sangat dianjurkan untuk para ibu memberikan ASI ekslusif sejak bayi dilahirkan. ASI mengandung zat yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh bayi sehingga terhindar dari alergi. Bila ibu tidak memungkinkan memberikan ASI, maka dapat diberi susu formula khusus. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian susu formula hidrolisat ekstensif kasein untuk mengurangi risiko alergi pada bayi yang memang tidak memungkinkan mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya.

Sumber gambar : www.jpnn.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY