Benarkah Cairan Pra Ejakulasi Dapat Membuat Wanita Menjadi Hamil?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apakah cairan praejakulasi dapat menyebabkan kehamilan? Mungkin anda sedang bertanya-tanya mengenai cairan yang keluar sebelum ejakulasi atau disebut dengan praejakulasi ini. Banyak yang mengira bahwa cairan praejakulasi sama dengan mani yang dikeluarkan saat ejakulasi. Faktanya cairan praejaklasi ini tidak dapat dikendalikan maupun ditahan untuk tidak keluar oleh seorang pria.

Cairan praejakulasi berasal dari kelenjar cowper, kelenjar yang sangat kecil yang terletak di dasar penis. Fungsi dari cairan ini adalah untuk melumaskan uretra sehingga mempermudah air mani untuk dialirkan keluar.

Cairan ini dapat keluar dengan adanya rangsangan seksual. Setiap pria memiliki kapasitas cairan praejakulasi yang berbeda-beda. Cairan praejakulasi ini berbeda dengan cairan yang dikeluarkan saat ejakulasi. Saat ejakulasi pria akan mengeluarkan cairan sperma yang lebih banyak.

Cairan yang dikeluarkan pada saat praejakulasi mungkin mengandung sperma namun hanya bagian kecil dan tidak sebanyak cairan yang dikeluarkan saat ejakulasi. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sebagian sperma pada cairan ejakulasi sudah mati atau bahkan sama sekali tidak ada. Sedangkan cairan yang dikeluarkan saat ejaulasi memiliki sperma yang berlimpah didalamnya.

Setiap pria ada yang mengeluarkan cairan praejakulasi dan ada yang tidak mengeluarkan cairan praejakulasi. Hal ini dikarenakan kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda. Cairan yang keluar sebelum ejakulasi pada setiap laki-lakidipengaruhi oleh makanan dan obat yang dia konsumsi.

Cairan praejakulasi mengandung sperma yang sedikit, jadi para peneliti lebih menyarankan untuk menggunakan kondom saat berhubungan intim. Peneliti juga tidak menyimpulkan bahwa penemuan sperma tersebut meningkatkan risiko kehamilan, tapi tidak serta merta anda terbebas dari risiko kehamilan akibat cairan praejakulasi. Anda tidak tahu apakah cairan tersebut mengandung sperma atau tidak.

Sperma yang dapat menyebabkan kehamilan terjadi saat sperma berada di dalam atau hanya disekitar lubang vagina. Kita tidak tahu mana yang berhasil membuahi sel telur. Untuk itu jika anda belum ingin mempunyai momongan sebaiknya melakukan seks aman dengan kondom atau mengeluarkan penis sebelum ejakulasi.

Namun, mengeluarkan penis sebelum ejakulasi tetap menjadi seks yang berisiko. Tidak hanya kehamilan saja. Penyakit menular seksual juga dapat menyebar melalui cairan praejakulasi. Hal ini terjadi karena bakteri dan virus dapat menginfeksi kelenjar cowper, dimana kelenjar inilah yang memproduksi cairan praejakulasi. Sehingga mungkin sekali bakteri maupun virus menyebar saat terjadi seks oral. Bakteri dapat berpindah bahkan tanpa terjadi ejakulasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here