Benarkah Keseringan Masturbasi Menyebabkan Lutut Kopong?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Masturbasi merupakan salah satu aktivitas seksual yang paling sering dilakukan baik oleh pria maupun wanita. Kegiatan ini didefinisikan sebagai tindakan merangsang diri sendiri dengan cara menyentuh, meraba atau memijat organ kelamin sendiri. Tujuannya untuk mencapai sensasi menyenangkan seperti saat mencapai orgasme atau klimaks pada hubungan seksual. Masturbasi termasuk dalam aktivitas normal selama dilakukan dalam frekuensi dan cara yang sewajarnya. Sebenarnya aktivitas ini relatif aman dan tidak mendatangkan risiko penyakit bila dilakukan sendiri. Bisik-bisik di antara kita soal dengkul kopong yang disebabkan seringnya melakukan onani atau masturbasi, sudah sering kita dengar. Semua itu mitos atau fakta?

Mitos adalah suatu ungkapan yang belum tentu benar, tetapi sudah dianggap/diyakini benar oleh masyarakat. Faktanya, masturbasi tidak menyebabkan dengkul menjadi kopong. Anggapan bahwa masturbasi menyebabkan kebutaan, menimbulkan kegilaan, menjadi pemicu jerawat, tumbuhnya rambut pada telapak tangan, hingga lutut keropos atau kopong tidaklah benar. Menurut pakar seksolog Zoya Amrin, Mitos soal dengkul kopong itu berakar sejak abad 18 di Eropa. Setelah masturbasi, biasanya timbul rasa lelah karena masturbasi mengeluarkan energi. Itulah yang mebuat lemas, bukan karena lututnya jadi kopong (Adriana Dewi Riani).

Masturbasi merupakan topik yang tabu untuk diperbincangkan di tengah masyarakat. Hal ini dianggap kurang pantas. kurangnya informasi akurat seputar onani pada akhirnya mengarah ke begitu banyak kesalahpahaman dan mitos tentang masturbasi. Padahal, masturbasi dilakukan bukan tanpa alasan. Pada pria, aksi seks solo ini menjadi cara alami untuk mengganti kloter sperma lama dengan yang lebih baru, sehat dan berkualitas. Faktanya, masturbasi jauh dari semua efek buruk tadi. Penelitian medis membuktikan melakukan masturbasi secara berkala bisa menekan risiko kanker prostat. Tentu saja, jika dilakukan kelewat ekstrem, alias keseringan, ada risiko patah penis.

Semakin lama seorang pria tidak bermasturbasi, semakin banyak jumlah sperma yang “dimuntahkan” kembali oleh vagina melalui air mani yang mengalir keluar pasca-seks, alias flowback sperm. Semakin muda “usia” dan semakin segar sampel sperma pria, akan semakin besar kemungkinan para perenang andal ini untuk lebih diterima oleh saluran reproduksi wanita untuk proses pembuahan. Masturbasi kadang memang membuat para pria terasa lelah sekali bahkan sampai ketiduran, tapi segala keluhan yang Anda miliki soal lutut yang berderik atau terasa nyeri bukan berasal dari masturbasi. Lutut berderik kesat yang pria sesekali dengar ketika mengulet (melakukan peregangan) atau berjalan berasal dari penumpukan gas di ruangan kosong sekitar sendi yang membentuk gelembung udara kecil di cairan sinovial.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here