Bisakan Infeksi Bakteri Difteri Disembuhkan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Difteri adalah infeksi bakteri serius yang menyerang selaput lendir hidung dan tenggorokan. Bakteri penyebabnya adalah Corynebacterium diphtheria, yang dapat menyebar melalui kontak orang-ke-orang atau melalui kontak dengan benda-benda milik seseorang yang terinfeksi difteri, seperti gelas. Anda mungkin juga terkena difteri jika Anda berada di sekitar orang yang terinfeksi difteri saat mereka bersin atau batuk. Selain menular difteri juga dapat mengakibatkan komplikasi fatal, seperti kerusakan jantung, ginjal, sistem saraf, bahkan kematian.

Kasus difteri menjadi perbincangan hangat menjelang akhir 2017. Penyakit tersebut mewabah di sejumlah daerah di tanah air, bahkan dilaporkan telah memakan korban. Jika ditangani dengan cepat dan tepat, difteri sebetulnya masih bisa disembuhkan.

Gejala awal difteri adalah sakit tenggorokan, kehilangan nafsu makan, dan demam ringan. Dalam dua sampai tiga hari, akan muncul selaput putih kebiruan atau abu-abu yang melekat pada langit-langit lunak tenggorokan dan mungkin berdarah. Jika terjadi pendarahan, selaput mungkin menjadi hijau keabuan atau hitam. Pasien dapat pulih pada masa ini atau justru mengalami kelemahan parah dan meninggal dalam waktu enam sampai 10 hari. Pasien dengan difteri parah mungkin tidak mengalami demam tinggi, namun mengalami pembengkakan leher dan susah bernapas akibat jalan napas terhambat, yang kemudian bisa berujung kematian.

Dalam beberapa kasus, difteri memengaruhi kulit ketimbang tenggorokan. Kondisi ini dikenal sebagai difteri kulit (cutaneous diphtheria). Difteri kulit umumnya ditandai dengan munculya bintik-bintik bernanah pada kulit kaki dan tangan. Bintik-bintik tersebut selanjutnya berkembang menjadi ulkus dengan ukuran lebih besar. Ulkus biasanya sembuh dalam dua sampai tiga bulan, tapi kemungkinan meninggalkan bekas luka.

Terlepas dari jenis difteri yang dialami, difteri harus segera diberi penanganan. Pasalnya, infeksi bakteri yang dibiarkan dapat menyebar dan menyerang organ tubuh lain. Bakteri penyebab difteri akan memproduksi racun dan racun tersebut dapat menyebar melalui aliran darah. Salah satu dampak buruk dari hal ini adalah terpengaruhnya saraf yang mengendalikan otot untuk bernapas, bahkan otot tersebut bisa lumpuh. Jika ini terjadi, Anda mungkin tidak bisa bernapas tanpa alat bantu pernapasan.

Segera periksakan diri ke dokter jika mendapati gejala seperti demam, hidung meler, suara serak, sakit tenggorokan, adanya selaput kebiruan atau abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel, terlebih jika ada seseorang yang menderita difteri di rumah Anda. Semakin cepat diobati, tentu peluang kesembuhannya semakin tinggi. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here