Cara Menangani Anak yang Keracunan Makanan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Usia anak-anak di bawah 5 tahun memang masih butuh perhatian khusus, setiap kali orang tua lengah dalam menjaganya, maka bisa saja hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Anak-anak biasanya masih belum mengerti akan sesuatu yang baik dan buruk untuknya, misalkan dalam memilih makanan. Mereka selalu ingin memakan makanan yang rasanya manis dan bentuknya menarik. Kejadian berbahaya yang dapat terjadi apabila anak-anak memakan sesuatu yang buruk adalah terjadinya keracunan. Keracunan makanan tentu disebabkan oleh suatu makanan tertentu yang memberi reaksi penolakan tubuh. Reaksi penolakan tubuh yang ditunjukkan seperti sakit di bagian perut, rasa mual dan muntah, diare tiba-tiba, demam, banyak berkeringat serta adanya darah pada tinja.

Apabila anak Anda mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan, janganlah panik, anak harus segera ditangani. Menangani anak keracunan adalah tindakan yang seharusnya dilakukan oleh tenaga medis. Sebagai orang tua atau orang terdekat dari anak-anak, sebaiknya Anda juga harus mengetahui bagaimana cara menolong anak yang keracunan. Kita juga bisa mempelajari cara menangani keracunan dengan mencari tahu informasi dari majalah atau televisi untuk menghindari komplikasi dari keracunan. Berikut ini adalah tindakan yang harus dilakukan untuk menangani anak yang keracunan makanan:

  1. Lakukan pertolongan pertama

Segera setelah kita mengetahui anak kita mengalami keracunan (setelah melihat tanda-tanda) kita harus berani memberikan pertolongan pertama di rumah. Ketahuilah sumber makanan yang membuat anak keracunan, apakah itu berasal dari makanan mentah, kalengan atau makanan yang dijual di tempat yang kotor.

Setelah itu kita biarkan anak untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya, apabila anak merasa ingin muntah, biarkan. Saat muntah, racun yang masih tertinggal di lambung diharapkan bisa ikut keluar. Pada saat anak belum memuntahkan makanannya, jangan biarkan mereka makan karena hanya akan memperburuk kerja lambung. Berikan pengganti cairan dengan membuatkan oralit jika kondisi anak masih bisa berjalan.

  1. Bawa ke fasilitas kesehatan

Setelah kita melakukan pertolongan pertama saat anak mengalami keracunan makanan, kita harus segera membawa anak menuju ke dokter atau rumah sakit terdekat. Tujuannya adalah agar sang anak mendapatkan penanganan secara khusus.

Saat tiba di fasilitas kesehatan, apabila anak mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi, maka biasanya akan langsung mendapatkan cairan melalui infuse. Setelah itu biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan untuk mengatasi muntah, diare dan demam serta tak lupa obat antibiotik untuk menghilangkan mikroorganisme penyebab anak keracunan.

Apabila anak tak kunjung sembuh, tidak ada salahnya meminta dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan darah dan sampel tinja. Hal ini digunakan agar kita mengetahui kondisi anak apakah sudah ada infeksi di dalam tubuhnya.

Saat anak sedang mendapat perawatan, sebaiknya biarkan mereka untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Karena sebenarnya keracunan dapat sembuh dengan sendirinya. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here