Cara Mendeteksi dan Mendiagnosis Penyakit Jantung Koroner

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat Pembaca, apakah Anda ingin mengetahui penyakit jantung koroner sejak dini? Jika ya, jangan ragu untuk membaca artikel berikut. Sebab jika kita bisa mendeteksi dan mendiagnosis penyakit jantung koroner sejak dini tentunya akan bisa mengatasinya sejak dini pula.

Bagaimana Cara Mendeteksi dan Penyakit Jantung Koroner?

  • Memeriksa Fisik

Penderita akan dites secara fisik untuk mendiagnosa penyakit jantung. Pewawancara akan memberikan pertanyaan mengenai keluhan rasa nyeri di bagian dada, apakah terasa sesak atau tidak. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mendeteksi pada area jantung. Petugas kesehatan akan memeriksa bunyi jantung, apakah normal atau tidak. Kemudian mengukur tekanan darah apakah tinggi atau tidak.

  • Pendeteksian EKG

Pendeteksian EKG dilakukan untuk melihat kondisi jantung pasien, dengan menggunakan gelombang yang ampuh. Gelombang P, Q, R, S dan T dapat mendeteksi ada atau tidaknya serangan jantung, ada atau tidaknya kelainan irama jantung, da nada atau tidaknya kematian jaringan jantung.

  • Memeriksa dengan Foto Rongten

Pemeriksaan dilakukan untuk menguatkan dugaan kelainan jantung. Foto Rongten dilakukan dalam waktu 15 menit. Nanti bisa terbaca ada atau tidaknya kelainan pada struktur jantung.

  • Cek Laboratorium

Cek laboratorium dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya serangan jantung. Penyebab serangan jantung ialah banyaknya kolesterol yang dapat terbaca di pemeriksaan laboratorium. Jika terdapat serangan pada laboratorium, tentu bisa dilihat dari meningkatnya enzim jantung seperti Creatine kinase (CK), aspartat aminotransfersi (AST), lactic acid dehydrogenase (LDH) dan CK-MB.

Pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi adanya penyakit jantung ialah pengambilan Darah Lengkap seperti leukosit, eritrosit, hematocrit. Menggunakan analisa Gas Darah (AGD), kadar elektrolit, Creatine kinase (CK), aspartat aminotransfersi (AST), lactic acid dehydrogenase (LDH) , CK-MB, Gula darah dan Kadar lemak pada serum.

  • Kateterisasi Jantung

Katerisasi jantung dilakukan untuk mendeteksi ada atau tidaknya kelainan pembuluh darah arteri koroner. Pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit jantung bisa ditentukan dengan langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit jantung melalui pemasangan cincin melalaui CABG.

  • Ekokardiografi

Pemeriksaan USG dapat dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan struktural yang ada di dalam jantung dan pembuluh darah. Bisa juga dilakukan cara untuk menetapkan derajat kelainan yang ada di jantung. Anda juga bisa mengevaluasi fungsi kardiovaskuler, mengevaluasi hasil operasi jantung, mengevaluasi hasil terapi medis, dan menilai ada atau tidaknya keterlibatan kardiovaskuler pada penyakit yang lain.

Demikian informasi mengenai cara mendeteksi dan mendiagnosis penyakit jantung. Semoga dengan mengetahui informasi tersebut para penderita yang mengalami gejala penyakit jantung bisa segera melakukan pemeriksaan sehingga segala macam kelainan bisa dideteksi sejak dini. (MLS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY