Perubahan yang Terjadi pada Organ Reproduksi Wanita Menopause

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari dalam rahim akibat terjadinya proses peluruhan lapisan dinding rahim bagian dalam yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang tidak di buahi. Bagi wanita dewasa atau wanita yang normal pasti akan mengalami menstruasi dalam hidupnya.

Seorang wanita biasanya akan mengalami proses menstruasi di mulai dari usia rata-rata 9 tahun sampai 15 tahun atau bahkan ada yang baru mengalami menstruasi saat usianya sudah di atas 15 tahun. Umur seseorang mengalami menstruasi biasanya berbeda-berbeda. Untuk siklusya sendiri rata-rata selama 28 hari.

Setelah menginjak usia 45 sampai 55 tahun ke atas menstruasi akan mulai menjadi jarang atau sedikit terjadi karena pada usia tersebut seorang wanita akan mengalami penghentian proses menstruasi atau biasa disebut dengan menopause.

Menurut reitz 1993, menoupouse terdiri dari dua kata yang berasal dari kata Yunani yang berarti “Bulan” dan “Penghentian sementara” yang lebih tepat disebut dengan “Monocease”. Secara medis istilah menopause berarti “monocease” karena berdasarkan defenisinya maka menopause itu berarti berhentinya masa menstruasi. Seperti halnya menstruasi maka menopause juga akan terjadi pada semua wanita pada waktunya.

Karena organ reproduksi berhenti dari fungsinya atau berhenti mentruasi maka akan terjadi perubahan-perubahan tertentu setelah seorang wanita masuk pada usia mengalami menopause. Perubahan yang terjadi pada organ reproduksi wanita menopause adalah sebagai berikut:

  1. Berhentinya atau perubahan siklus menstruasi

Karena menopause memiliki arti berhentinya sikus menstruasi maka akan terjadi perubahan pada organ reproduksi setelah berhentinya masa menstruasi tersebut. Berbagai organ reproduksi akan mengalami perubahan. Produksi sel telur akan berhenti, sehingga juga akan mempengaruhi komposisi hormon dalam organ reproduksi.

  1. Perubahan hormon pada organ reproduksi wanita

Terjadinya perubahan hormon setelah menopause pada organ reproduksi biasanya pada hormon esterogen. Esterogen mengalami penurunan sehingga akan mempengaruhi perubahan baik pada kondisi fisik tubuh maupun pada organ reproduksi secara langsung. Menurunnya kadar hormon esterogen ini yang menyebabkan perubahan menstruasi menjadi sedikit, jarang dan hingga siklus haid terganggu. Hal tersebut terjadi karena selaput lendir rahim tidak mengalami pertumbuhan akibat rendahnya hormon esterogen.

  1. Vagina menjadi kering

Efek yang ditimbulkan dari penurunan kadar hormon esterogen membuat vagina menjadi kering dan kealastisanya juga berkurang. Keringnya kondisi vagina juga disertai gatal pada vagina serta rasa sakit saat berhubungan seksual. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here