Celana Dalam dan Kesehatan Organ Reproduksi Pria

SehatFresh.com – Pria juga perlu menjaga kesehatan organ reproduksinya. Pada umumnya, perawatan kesehatan organ reproduksi pria sama dengan perawatan organ reproduksi wanita, yaitu diawali dengan menjaga kebersihan secara umum. Dibanding dengan vagina, penis cenderung lebih “kuat” terhadap infeksi dan iritasi karena penis dilindungi oleh kulit yang cukup tebal. Pada umumnya, perawatan kesehatan organ reproduksi pria sama dengan perawatan organ reproduksi wanita, yang mana diawali dengan menjaga kebersihan secara umum.

Untuk menjaga kebersihan alat kelamin, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan termasuk dalam pemilihan celana dalam. Celana dalam berfungsi menjaga penis dan kantong kemih (scrotum) dari goncangan. Memilih celana dalam ternyata bukan hanya memperhatikan faktor kenyamanan, warna dan modelnya, tapi juga faktor kesehatan. Celana dalam yang nyaman akan mengurangi resiko rasa sakit pada daerah sekitar testis yang sering dikeluhkan pria. Pria yang pernah mengalami semua jenis operasi pada testis, seperti vasektomi, sangat disarankan untuk memakai celana yang nyaman dan pas setelah dilakukannya operasi tersebut. Tujuannya untuk mencegah memar atau penggumpalan darah dan membantu mengurangi rasa sakit.

Bagian lipatan kulit sangat rentan terhadap masalah dermatitis (penyakit kulit) yang dikenal sebagai intertrigo, yang membuat kulit merah dan terasa sakit. Pada pria, hal ini lebih umum terjadi di selangkangan. Kondisi ini diperburuk dengan bahan celana dalam yang digunakan. Intertrigo biasanya disebabkan oleh kombinasi eksim, infeksi jamur dan iritan seperti keringat. Orang yang gemar berolahraga lebih rentan terhadap hal tersebut, terutama pada laki-laki.

Pria umumnya tidak terlalu mempertimbangkan kesehatan dalam kesehariannya. Padahal wanita maupun pria memiliki presentase yang sama untuk terjangkit suatu penyakit. Maka dari itu, jangan sembarangan memakai celana dalam kalau tidak mau kesehatan organ intim terancam. Terganggunya kesehatan organ intim akan berpengaruh pada sistem reproduksi dan bisa saja mengakibatkan infertilitas.

Bagian testis umumnya bersuhu hangat dan lebih cenderung sering berkeringat, hal itulah yang dapat menjadikan area ini sebagai tempat yang ideal bagi perkembangbiakan jamur karena hangat dan lembab. Itu sebabnya pastikan area testis selalu kering dan sirkulasi udaranya lancar. Karet elastis pada bagian pinggang celana seringkali menyebabkan reaksi alergi berupa eksim dan ruam.

Celana dalam longgar akan memberi ruang untuk pergantian udara. Celana dalam yang terlalu ketat membuat suhu menjadi lembab dan panas sehingga berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan bakteri dan jamur, dan tentu saja ini akan mempengaruhi produksi sperma serta kesehatan organ intim Anda. Celana dalam yang ketat bisa membatasi aliran darah sehingga bisa menyebabkan sperma menjadi kurang atau tidak aktif. Usahakan untuk memilih celana dalam yang terlalu ketat, pilihlah yang pas dan nyaman anda pakai.

Sering kali kita mendapati celana dalam yang lembab setelah buang air besar atau air kecil karena terkena air bilasan. Celana dalam yang lembab tidak dianjurkan untuk terus dipakai karena bisa mendatangkan bakteri dan jamur, apalagi jika terdapat bercak kotor. Celana dalam yang lembab bisa menyebabkan bakteri berkembang biak dan membuat kulit Anda menjadi gatal-gatal. Untuk mengantisipasi hal ini, gantilah celana dalam setidaknya tiga kali dalam sehari agar organ reproduksi terhindar dari bakteri dan jamur.

Sumber gambar : www.hicoop.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here