Diagnosis Infeksi E.Coli dengan Teknik PCR dan Cara Pengobatannya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Secara umum dalam mendiagnosis penyakit dilakukan dengan tahapan dari anamnesa, pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan penunjang lainnya. Namun setiap penyakit pemeriksaan penunjang yang dilakukan berbeda-beda bergantung pada porsi, organ yang diserang dan jenis penyakit.

Bagaimana mendiagnosis orang yang terinfeksi E.coli?

Dalam mendiagnosis orang dengan infeksi bakteri E.coli ini hanya dapat dipastikan dengan pengambilan sampel tinja dan dilanjutkan dengan pemeriksaan. Penegakkan diagnosa lebih cepat dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR).

Mengapa dilakukan dengan menggunakan teknik PCR?

Karena bakteri E.coli ini merupakan bakteri indikator kualitas air minum karena keberadaannya di dalam air mengindikasikan bahwa air tersebut terkontaminasikan oleh feses yang kemungkinan juga mengandung mikroorganisme enterik patogen lainnya.

Teknik ini dilakukan untuk mendeteksi bakteri E.coli menggunakan sampel air dan penelitian membuktikan bahwa metode PCR dapat mendeteksi E.coli secara spesifik dan lebih cepat. Metode ini membutuhkan waktu 24-48 jam.

Pengobatan

Pengobatan infeksi E.coli dapat dilakukan dengan pertimbangan tingkat keparahan dan tempat terjadinya infeksi. Beberapa pengobatan dilakukan dengan rawat jalan jika infeksi dan gejala yang timbul ringan karena dapat pulih jika penanganan dan pengobatan yang dilakukan benar.

Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik. Jenis antibiotik yang digunakan yaitu ampisilin, sulfonamida, sefalosporin, kloramfenikol, aminoglikosida dan tetrasiklin. Namun jenis anttibiotik yang sering digunakan adalah ampisilin. Tetapi perlu diketahui, pemberian antibiotik harus sesuai dengan anjuran dokter. Pada umumnya orang dengan infeksi E.coli yang tidak minum obat dan perawatan khusus akan sembuh dalam 5-10 hari.

Penanganan lain dapat diberikan seperti konsumsi air putih yang cukup ataupun mengkonsumsi jus buah untuk menghindari dehidrasi. Pada gejala diare dapat diatasi dengan oralit atau cairan gula garam untuk membantu memulihkan dehidrasi. Hindari obat anti diare karena akan mencegah tubuh dalam proses pengeluaran racun.

Saat pemulihan hindari minum jus apel, pir, kopi dan minuman beralkohol. Konsumsi makanan diberikan dengan kandungan rendah serat. Hindari makanan yang mengandung lemak, berserat tinggi atau makanan berbumbu dan susu agar gejala tidak memburuk. Istirahat yang cukup dapat membantu dalam pemulihan penyakit.

Selain itu, pengobatan dengan gejala dan infeksi berat dapat dilakukan dengan rawat inap atau pengobatan secara intensif di rumah sakit. Hal ini dilakukan jika mengarah pada infeksi berat seperti infeksi selaput otak, infeksi paru, infeksi ginjal, infeksi kantung saluran empedu, infeksi prostat dan infeksi pada rongga perut. Karena obat yang akan diberikan harus sesuai dengan diagnosa dan penyebab dari infeksi.

Jika tanda-tanda gejala lebih mengarah ke komplikasi seperti Hemolytic Uremic Sindrome (HUS) biasanya akan dilakukan rawat inap di unit perawatan intensif (ICU) dan akan dilakukan penangan dan pengobatan segera. (MLD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here