Benarkah Orgasme Bikin Tidur Nyenyak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Lupakan obat tidur, hiraukan pula kain penutup mata. Ada obat tidur yang lebih manjur nan murah yaitu orgasme. Ya, seks bisa menjadi rahasia untuk tidur yang lebih nyenyak. Tapi, ini berlaku jika dalam hubungan seksual itu tercapai puncak kenikmatan atau orgasme.

Riset terbaru menemukan bahwa dua per tiga orang tidur lebih baik setelah berhubungan seks. Tapi, ini dengan catatan kedua belah pihak mencapai orgasme.

Ahli tidur dari Australia mengamati 460 orang dewasa berusia antara 18 dan 70 tahun, dalam penelitian tersebut meminta peserta riset mematikan teleponnya dan menyalakan gairah mereka. Hasilnya, penelitian tersebut menemukan bahwa 64% responden tidur lebih nyenyak setelah berhubungan intim dengan orgasme yang mencapai kedua belah pihak. “Ini adalah bukti yang kuat bahwa menghabiskan waktu untuk berhubungan intim dengan pasangan ternyata lebih baik daripada bermain ponsel atau gadget,” ucapnya.

Riset serupa yang dilakukan oleh Oxford Economics and the National Centre for Social Research menemukan, kombinasi antara seks dan tidur nyenyak memiliki dampak terbesar pada kesejahteraan. Para peneliti menyimpulkan bahwa tidur yang lebih nyenyak memberi kontribusi terbesar untuk hidup yang lebih baik. Mereka yang menggambarkan diri mereka sebagai orang yang bahagia juga cenderung merasa puas dengan kehidupan seks mereka, begitupula sebaliknya.

Asisten profesor di Lenox Hill Hospital, New York, Amerika Serikat (AS) Robert Glatter menjelaskan, “Konsep seks sebagai alat bantu tidur dapat membantu mereka mengalami sulit tidur. Ini berhubungan dengan produksi hormon tertentu selama hubungan seksual, namun lebih khusus lagi, pada orgasme itu sendiri”.

Lantas, mengapa orgasme bisa membantu seseorang tidur nyenyak? Ketika mengalami orgasme, tubuh merilis endorfin. Kimiawi ini dikenal membuat kita merasa bahagia. Selain itu, endorfin punya efek yang membuat kita cepat tertidur. Bukan hanya itu, pada saat klimaks, tubuh kita juga mengeluarkan hormon oksitosin yang membuat kita merasa dekat dengan pasangan. Di dalamnya terdapat vasporessin, kimiawi yang mengatasi efek kortisol, hormon penyebab stres.

Saat tubuh dipenuhi oksitosin dan merasakan sensasi yang nikmat, tubuh akan lebih mudah untuk tertidur. “Hasilnya, bercinta bisa menimbulkan relaksasi dan membuat tidur lebih efektif dan berkualitas,” kata Glatter.

Setelah itu, usai orgasme, tubuh akan merasa lelah dan memproduksi hormon hipofisis. Hormon ini memberikan rasa rileks dan mengantuk. Menurut Glatter, hormon ini menjaga keseimbangan tubuh setelah melewati fase-fase panas dalam bercinta.

Glatter juga menyoroti para pria kemungkinan tertidur lebih cepat ketimbang wanita. “Karena pria memiliki lebih banyak otot daripada wanita, mereka juga cenderung merasa lebih lelah setelah berhubungan seks,” ujar Glatter. Di sisi lain, wanita justru bakal tidur lebih nyenyak lantaran kadar estrogen meningkat setelah berhubungan seksual. Hormon ini membuat tidur terhindar dari berbagai gangguan dan lebih berkualitas. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here