Gejala Skizofrenia pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Gangguan Skizofrenia dapat terjadi pada pria dan wanita, biasanya terjadi pada satu dari 100 orang. Usia paling umum untuk penyakit ini berkembang antara usia 15-25 tahun pada pria, dan 25-35 tahun pada wanita.

Skizofrenia adalah suatu kondisi dimana kesehatan mental mengalami gangguan serius yang menyebabkan gangguan pikiran, keyakinan dan pengalaman. Orang yang memiliki gangguan ini kesulitan dalam membedakan antara realita dan khayalan atau alam pikiran.

Mengetahui gejala penyakit ini penting untuk mendapatkan langkah pengobatan yang sesuai, berikut ini adalah gejala utama penderita skizofrenia:

  • Delusi. Pasien skizofrenia pada kondisi ini merasa dirinya teraniaya, sekaligus merasa tidak berdaya. Penderita bisa merasa bahwa ada aktor di luar sana yang mengendalikan segalanya. Penderita juga bisa berpikir bahwa mereka memiliki kekuatan dan bakat luar biasa. Beberapa penderita skizofrenia mampu menyembunyikan perasaan dan pemikiran dari banyak orang untuk melindungi diri dari penganiayaan yang hanya ada dalam khayalan mereka.
  • Halusinasi. Penderita mendengar suara-suara, melihat, merasakan, mencicipi, atau mencium bau atau hal-hal yang sebenarnya tidak ada atau tidak terjadi, tapi tampak sangat nyata untuk pasien.
  • Gangguan berpikir. Penderita bisa melompat dari satu hal ke yang lain tanpa alasan yang logis, yang membuatnya sulit untuk diikuti. Apa yang dikatakan pasien mungkin kacau dan membingungkan. Dalam beberapa kasus, pasien percaya bahwa seseorang memainkan pikirannya.
  • Kurangnya motivasi. Penderita lupa untuk melakukan kegiatan rutinnya, seperti mencuci dan memasak. Sangat penting bagi kerabat atau teman dekat untuk memahami bahwa hal ini terjadi karena sakit, dan tidak ada hubungannya dengan kemalasan.
  • Miskin emosi. Penderita salah menempatkan diri untuk menanggapi segala sesuatu, seperti salah tempat untuk tertawa atau bersedih.
  • Menarik diri dari lingkungan sosial. Penderita skizofrenia yang menarik diri secara sosial biasanya karena dia percaya bahwa seseorang akan menyakiti mereka. Alasan lain bisa diakibatkan ketakutan berinteraksi dengan manusia lain karena kemampuan bersosialisasi yang buruk.
  • Tidak menyadari penyakitnya. Halusinasi dan delusi tampak begitu nyata bagi pasien, banyak dari mereka yang bahkan tidak percaya kalau mereka sakit. Mereka bisa menolak berobat yang sebenarnya sangat membantu karena takut efek sampingnya.
  • Kesulitan kognitif. Berkurangnya kemampuan pasien untuk berkonsentrasi, mengingat hal-hal, merencanakan ke depan, dan untuk mengatur dirinya sendiri akan sangat menurun.
  • Peningkatan paranoia atau mempertanyakan motivasi orang lain.
  • Peningkatan ketergantungan pada obat-obatan atau alkohol (dalam upaya untuk mengobati diri).

Meskipun tidak ada jaminan bahwa seseorang yang mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala di atas ditetapkan menderita skizofrenia, tetapi setidaknya tanda di atas bisa menjadi acuan untuk mengenali apakah ada gangguan yang diderita seseorang. Penting untuk mengenali gejala-gejala skizofrenia seperti di atas. Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan ke dokter. Semakin dini skizofrenia ditangani, peluang sembuhnya akan semakin besar.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY