Kebiasaan Makan Sehat Pengaruhi Konsentrasi Belajar

SehatFresh.com – Penelitian menunjukkan siswa belajar lebih baik ketika kebutuhan nutrisinya tercukupi. Menurut ahli diet Elisa Zied, yang juga merupakan penulis “Feed Your Family Right”, makan sehat telah dikaitkan dengan nilai yang lebih tinggi, memori yang lebih baik, pengolahan informasi yang lebih cepat dan meningkatkan kesehatan sehingga tingkat kehadirannya di sekolah lebih baik. Begitu juga sebaliknya, kebiasaan makan yang tidak sehat bisa memengaruhi kualitas belajar anak di sekolah.

Melewatkan sarapan bisa berdampak negatif pada proses pembelajaran. Ketika sarapan, sangat penting juga untuk mengonsumsi makanan yang sarat nutrisi. Penelitian menunjukkan bahwa makan sarapan dengan makanan yang ber-indeks glikemik (GI) rendah dikaitkan dengan pengolahan informasi yang lebih cepat. Makanan dengan indeks glikemik rendah ini meliputi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan roti gandum dan sereal.

Meski telah sarapan, otak dapat kehabisan bahan bakar sebelum makan siang. Dalam salah satu penelitian terhadap siswa usia 7 sampai 9, makan camilan menjelang makan siang diketahui dapat berpengaruh pada peningkatan memori. Anak-anak yang sarapan atau makan siang porsi kecil tetapi mengonsumsi camilan menjelang siang diketahui mengalami penurunan atau penundaan memori yang lebih rendah. Untuk menu camilan menjelang siang, Zied menyarankan yoghurt dengan blueberry, yang mana kedua makanan tersebut telah dikaitkan dengan memori yang lebih baik untuk menunjang konsentrasi belajar. Sebutir telur rebus juga merupakan pilihan makanan ringan yang baik karena telur mengandung kolin, yang salah satu manfaatnya adalah untuk meningkatkan memori.

Anak-anak dengan kebiasaan makan sehat juga cenderung lebih aktif di sekolah. Tanpa nutrisi dan kalori yang memadai, maka tubuh anak tidak memiliki energi yang cukup untuk kekuatan otak, sehingga mereka kelelahan dan cenderung bermasalah dalam belajar. Penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak yang terbiasa sarapan pagi cenderung memiliki kesigapan dan kewaspadaan yang lebih baik saat belajar. Hal ini tentunya dapat meningkatkan prestasi akademik dan membuat anak lebih bersemangat untuk belajar.

Sebaliknya, anak yang gemar makan junk food cenderung kurang berprestasi di sekolah. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of School Health menunjukkan bahwa anak yang gemar mengonsumsi makanan atau minuman dengan gula tinggi mendapatkan nilai yang rendah untuk tes matematika mereka. Kegemaran mengonsumsi junk food juga terkait dengan obesitas, yang dapat mengakibatkan fungsi kognitif yang lebih rendah, demikian menurut penelitian Yale University tahun 2011. Sementara itu, siswa dengan kebiasaan makan yang sehat lebih kecil kemungkinannya untuk menjadi gemuk (kelebihan berat badan) dan lebih mungkin untuk dapat belajar dengan baik.

Sumber gambar : emanmendrofa.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY