Kenali Tanda dan Gejala Mata Silinder pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pembaca setia, saat-saat remaja merupakan usia yang sedang banyak bertumbuh dan berkembang, sehingga harus segera mewaspadai jika terdeteksi penyakit. Termasuk dengan kesehatan mata. Bagaimana mendeteksi tanda dan gejala mata mengalami silinder?

Apa Itu yang Disebut Mata Silinder?

Gangguan mata silinder atau dikenal sebagai astigmatisma merupakan gangguan mata yang mana bentuk kornea dan lensa mata membentuk lingkungan yang tidak sama, sehingga ada bayangan horizontal dan vertikal. Penglihatan seringkali menjadi kabur.

Mata silinder berbeda  dengan mata miopi dimana  terjadi penurunan kemampuan mata untuk menangkap obyek pandang. Mata silinder umumnya terjadi kaburnya pandangan terutama obyek cahaya lampu, dan melengkungkan obyek garis lurus.

Apa Penyebabnya?

  1. Kebiasaan buruk membaca sambil tiduran.
  2. Kurangnya asupan vitamin A.
  3. Efek menonton televisi terlalu dekat dan penderita silinder biasanya juga terjadi penambahan dari penderita miopi.
  4. Keturunan atau genetik. Banyak anak yang memiliki gangguan mata ternyata sebelumnya orangtuanya juga mengalami hal yang sama.
  5. Radiasi cahaya yang berlebihan saat memaksa mata untuk tetap bekerja padahal waktunya istirahat.
  6. Terjangkitnya penyakit tertentu seperti kornea yang mengerucut (keratoconus), kelopak mata yang menggantung (ptosis), bisulan di area mata, pasca operasi mata, dan trauma mata karena jatuh atau kecelakaan.

Gangguan mata silinder banyak dialami oleh siapa saja dan paling sering oleh para remaja.

Tanda Mata Silinder

  1. Pandangan membentuk bayangan.
  2. Melihat tulisan yang lurus menjadi lebih berdempetan, seperti terpecah-pecah.
  3. Mata suka melihat obyek dengan miring, ini terjadi karena kemiringan bola mata/Axis Cylinder.
  4. Pening hebat yang terjadi di dahi antara 2 mata.
  5. Tidak tahan terhadap kilauan cahaya dan gampang sekali silau.
  6. Melihat gambar menjadi distorsi atau kabur pada semua jarak.
  7. Sakit kepala hebat jika mengalami kelelahan
  8. Menyipitkan mata karena merasa tidak nyaman.

Bagaimana Cara Mengatasi Mata Silinder?

Gangguan mata silinder biasanya juga disertai dengan gangguan mata minus atau plus. Jika benda yang terlihat terpecah menjadi dua dan jatuhnya di depan retina. Gangguan ini bisa diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa minus. Sebaliknya jika diiringi dengan rabun jauh, maka fokus benda yang terpecah akan jatuh di belakang retina. Gangguan ini dapat diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa plus.

Selain itu mata silinder juga dapat diatasi dengan lensa korektif, seperti kacamata atau lensa kontak. Lensa ini menjadi alat bantu agar gambar jatuh tepat pada retina. Cara lain juga dapat dilakukan dengan operasi refraktif seperti implant lensa kontak mata dan LASIK.

Demikian informasi mengenai tanda dan gejala mata silinder. Semoga bermanfaat bagi Pembaca untuk segera pergi ke dokter mata apabila mengalami tanda dan gejala tersebut. (MLS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY