Kerusakan Saraf Optik Akibat Diabetes

SehatFresh.com – Mereka yang mengidap diabetes harus berhati-hati dengan ancaman komplikasi penyakit yang diidapnya. Komplikasi diabetes tidak hanya mengakibatkan stroke, hipertensi, jantung, dan ginjal, tetapi juga dapat mengakibatkan kerusakan saraf mata. Para penyandang diabetes menghadapi peningkatan risiko terkena penyakit mata diabetes, yaitu sekelompok penyakit yang menyebabkan hilangnya penglihatan bahkan kebutaan.

Jenis yang paling umum dari penyakit mata diabetes adalah retinopati diabetik, yang melibatkan perubahan pada pembuluh darah yang melalui retina mata. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 4,8 persen dari 37 juta penderita diabetes mengalami kebutaan akibat retinopati diabetik. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa dekade ke depan. Penyakit mata diabetes kurang umum lainnya termasuk glaukoma dan neuritis optik. Keduanya menyebabkan kerusakan saraf yang menghubungkan mata ke otak (saraf optik). Kerusakan pada saraf optik dapat menyebabkan beberapa gejala yang berbeda.

Glaukoma adalah jenis penyakit mata akibat diabetes. Pada mata yang terkena glaukoma, tekanan cairan di dalam bola mata menumpuk dan menekan saraf optik. Bila tidak diobati, glaukoma sering mengakibatkan hilangnya penglihatan tepi secara perlahan. Penglihatan langsung ke depan mungkin tetap normal, sedangkan benda-benda di sekitar tepi penglihatan menjadi kabur atau benar-benar hilang dari penglihatan. Seiring waktu, semakin menurun pula fungsi penglihatan, dan pasien mungkin melihat seolah-olah mereka melihat melalui sebuah terowongan. Akhirnya, semua visi mungkin hilang jika glaukoma dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat.

Tipe penyakit mata lainnya sebagai komplikasi dari diabetes adalah neuritis optik atau peradangan pada saraf optik. Optik neuritis terkadang menyebabkan kehilangan penglihatan sementara, tetapi gejala yang lebih umum adalah sakit mata. Sakit mata yang disebabkan oleh neuritis optik sering memburuk akibat pergerakan mata. Dalam banyak kasus neuritis optik, rasa sakit bisa memburuk selama satu minggu dan kemudian menghilang dalam beberapa hari.

Pasien dengan diabetes yang mengembangkan neuritis optik mungkin mengalami perubahan persepsi tentang warna. Mayoclinic.com melaporkan bahwa ketika pasien melihat warna-warna tertentu, terutama warna merah, mungkin tampak kurang jelas dari biasanya. Dalam beberapa kasus neuritis optik, pupil mungkin juga mulai bereaksi berbeda terhadap cahaya terang (menurut MedlinePlus).

Kabar baiknya, beberapa penyakit mata tersebut bisa dibantu dengan tata laksana laser. Akan tetapi, laser ini bukan untuk menyembuhkan tetapi untuk mencegah supaya tidak timbul keparahan yang lebih jauh. Selain itu, tata laksana laser juga harus memperhitungkan beberapa efek setelahnya, seperti terjadi pembengkakan retina dan kerusakan pada bagian pusat retina yang memungkinkan mata melihat detail halus pada suatu objek.

Sumber gambar : rhizomananopropolis.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY