Mengatasi Takut Keintiman dan Seks

SehatFresh.com – Dalam melakukan hubungan seks, diperlukan yang namanya gairah. Namun, seringkali gairah tersebut tidak hadir terlebih pada wanita. Pelecehan seksual dari masa lalu atau pengalaman seks menyakitkan di malam pertama bisa menjadi faktor yang disalahkan dalam hal ini. Oleh karena itu, sebaiknya jangan pernah mencoba untuk melakukan penetrasi ketika tidak ada gairah yang terlihat pada wanita. Bagi wanita, seks haruslah melibatkan emosi dan cinta.

Takut keintiman dan seks bisa berakar dari kejadian buruk di masa lalu atau memang karena gugup tentang keintiman fisik tertentu. Takut keintiman bisa menjadi penghalang antara Anda dan pasangan. Hal ini bisa menyulitkan Anda untuk lebih dekat dengan pasangan atau melewati masalah terkait kepercayaan dalam hubungan. Beberapa latihan dapat membantu mengatasi rasa takut keintiman dan membantu merasa lebih nyaman agar Anda semakin dekat dengan pasangan baik secara fisik atau emosional.

Keintiman tidak hanya berarti sebatas hubungan fisik saja. Ini bisa berarti seberapa dekat Anda dengan pasangan secara emosional. Satu-satunya cara untuk merasa dekat dengan pasangan adalah dengan mengenal dirinya lebih baik. Komunikasi dua arah adalah kuncinya. Tanyakanlah banyak pertanyaan padanya dan jawab dengan jujur ketika dia bertanya pada Anda. Berbagi pengalaman dapat membantu Anda merasa lebih dekat dan lebih terbuka pada pasangan.

Stanford School of Medicine merekomendasikan “fokus sensasi” sebagai cara untuk mengurangi rasa takut keintiman tanpa takut ditolak atau malu. Proses ini memerlukan waktu enam minggu. Dua minggu pertama, Anda berfokus menjelajahi tubuh dan wajah, menghindari zona sensitif seksual seperti payudara atau alat kelamin. Ini ditujukan agar Anda menjadi lebih dekat melalui sentuhan tanpa tekanan dari hubungan seksual atau orgasme. Pada minggu 2-4, stimulasi tanpa hubungan badan diperbolehkan. Disarankan untuk menyuarakan apa yang Anda suka dan tidak suka saat Anda menjadi lebih nyaman dengan pasangan. Dalam dua minggu terakhir, hubungan badan diperbolehkan, karena pada fase ini Anda dirasa sudah siap untuk keintiman yang “lebih”.

Kegiatan relaksasi juga dapat membantu mengurangi stres. Stres bisa menjadi penghambat libido. Meditasi, yoga atau beribadah dapat membantu Anda merasa lebih siap dan nyaman, terutama bila dilakukan dengan pasangan Anda. Pikirkan tentang apa yang ingin dicapai dalam hubungan. Jika Anda masih merasa tidak siap, berdiskusilah dengan pasangan untuk bertemu ahli terapi untuk menemukan akar ketakutan yang menghantui Anda.

Sumber gambar : kelascinta.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY