Keterkaitan Penggunaan Smartphone Dan Depresi

SehatFresh.com – Tanda-tanda depresi, terutama yang masih dalam tahap ringan seringkali tidak tampak secara jelas. Biasanya, hanya psikiater atau ahli kejiwaan yang bisa mengenali tanda-tanda tersebut. Namun, studi terbaru mengungkapkan bahawa ada cara sederhana dalam mengenali gejala awal depresi, yaitu dengan memerhatikan kecenderungan seseorang dalam menggunakan smartphone mereka.

Penggunaan berbagai gadget termasuk smartphone memang tidak bisa dihindarkan. Bahkan di era modern seperti saat ini, banyak orang tidak bisa melepaskan diri dari smartphone mereka. Kecenderungan ini membuat para peneliti mencari keterkaitan antara smartphone dengan kesehatan, termasuk dalam hal suasana hati. Durasi pemakaian serta lokasi di mana gadget tersebut dinilai dapat menjadi petunjuk apakah seseorang mengalami depresi atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak orang menghabiskan waktu dengan smartphone atau ponsel mereka, maka semakin besar kemungkinan ia mengalami gejala depresi.

Penelitian yang dilakukan oleh David Mohr di Northwesteen University Feinberg School of Medicine, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa semakin lama waktu yang dihabiskan seseorang untuk menggunakan smartphone, maka mereka telah mengembangkan gejala depresi. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan pada Journal of Medical Internet Research. Para peneliti juga menemukan bahwa menghabiskan banyak waktu di rumah juga terkait dengan gejala depresi. Kecenderungan sesorang dalam menggunakan smartphone-nya juga dapat memprediksi apakah seseorang mengalami gejala depresi dengan tingkat akurasi hingga 87 persen.

Dari hasil studi tersebut, tim peneliti menyimpulkan bahwa orang yang tengah mengembangkan gejala depresi menghabiskan rata-rata waktu 68 menit hanya untuk penggunaan smartphone setiap harinya. Sementara itu, orang yang tidak depresi hanya menghabiskan waktu 17 menit per hari untuk menggunakan smartphone-nya. Salah satu hal yang diamati ketika orang mengalami depresi adalah ketika mereka mulai menghindari tugas atau hal yang seharusnya mereka lakukan, khususnya ketika mereka merasa tidak nyaman. Menggunakan smartphone dan memanfaatkan aplikasi di dalamnya menjadi semacam pengalihan perhatian.

Bahkan, banyak pihak menyatakan bahwa penggunaan smartphone berlebihan merupakan salah satu gejala dari gangguan mental OCD (obsessive-compulsive disorder). OCD ini ditandai dengan perasaan was-was yang berlebihan ketika tidak melakukan sesuatu berulang kali. Salah satu contohnya adalah ketika seseorang memeriksa smartphone setiap menit dan merasakan kecemasan berlebih saat terlepas dari smartphone tersebut. Penelitian tersebut memang merupakan penelitian awal. Namun, diharapkan bahwa penelitian tersebut mendorong adanya penelitian lebih lanjut agar orang-orang dapat lebih baik dalam mengelola waktu untuk menggunakan dan memanfaatkan smartphone mereka secara bijaksana.

Sumber gambar : kelascinta.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY