Ketika Anak Suka Cari Perhatian

SehatFresh.com – Sudah tidak aneh bahwa banyak anak bertingkah nakal untuk mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Seorang anak dikatakan “cari perhatian” ketika ia menunjukkan tindakan tak terkendali dan sering tidak tepat. Perilaku ini biasanya disebabkan oleh perasaan atau emosi akibat ditekan atau ditolak. Anak-anak seringkali mengekspresikan bentuk cari perhatian mereka dengan tidak mau makan, berteriak-teriak, membentur-benturkan kepala, tidak berminat pada pelajaran sekolah, keras kepala berlebihan, dan sebagainya. Pada kasus yang parah, tingkah cari perhatian ini telah dikaitkan dengan perilaku antisosial dan gangguan kepribadian lainnya di usia anak-anak dan remaja.

Terlebih dalam keluarga modern, anak-anak kerapkali terabaikan oleh orang tuanya akibat kesibukan bekerja. Pada beberapa kasus, anak-anak berbuat ulah karena kebutuhan dasarnya untuk mendapat pengakuan. Hal ini bisa terjadi akibat anak merasa tidak dipuji, tidak cukup dicintai dan tidak diberi tanggung jawab yang diinginkannya. Ketika anak menyadari bahwa berbuat nakal merupakan cara satu-satunya untuk menarik perhatian agar mendapat respon dari orang tua, maka ia cenderung mengumbar kenakalannya.

Terkadang, ada anak yang menarik perhatian orang tua dengan marah. Kemarahan adalah ekspresi yang digunakan untuk menunjukkan bahwa anak membutuhkan perhatian. Hal ini kemungkinan besar terjadi akibat orang tua sibuk bekerja. Selama orang tua bekerja, anak dititipkan pada nenek, pengasuh, atau asisten rumah tangga. Setiap hari, anak hanya bertemu orang tua pada pagi dan malam hari. Padahal, anak membutuhkan perhatian yang lebih dari itu. Inilah yang menjadi penyebab paling umum mengapa anak cenderung “berulah” pada orang tuanya.

Ketika kenakalan anak sudah sulit dikendalikan, tentunya ini bisa berdampak buruk pada bagi dirinya sendiri atau pun lingkungan sekitarnya. Maka dari itu, tingkah anak seperti itu jangan sampai dibiarkan terus berlanjut. Rasa kasih sayang orang tua kepada anak hendaknya ditunjukkan secara nyata sesuai dengan perkembangannya. Menghadapi sikap anak yang suka bertingkah untuk mencari perhatian memang tidaklah mudah. Orang tua perlu bersikap tenang ketika menghadapi anak yang tengah “berulah”. Bersikaplah responsif dan buatlah anak merasa dipahami kebutuhan dan kondisinya. Jangan sampai Anda memarahi, membentak apalagi menyakiti fisiknya seperti mencubit, memukul atau menyentilnya. Gunakan kata-kata lembut dan bijak untuk menenangkan hatinya.

Ketika Anda memberi perhatian saat anak berperilaku baik, mereka akan belajar mendapatkan perhatian positif. Perhatian positif bisa berarti kata-kata pujian atau motivasi dan pelukan. Saat anak menjadi nakal, lalu Anda memberi perhatian dengan marah, ancaman, atau interogasi, Anda justru menambah tingkat kenakalan anak. Karena bagi anak, perhatian negatif bukanlah hukuman, tetapi sebagai wujud perhatian lain dari orang tua.

Apakah perlu ditangani dokter?
Perlu tidaknya penanganan dokter dalam hal ini bergantung pada pengamatan Anda sebagai orang tua. Anda dirasa perlu berkonsultasi dengan ahli professional jika Anda merasa anak semakin berulah tak terkendali terlebih bila perilaku anak menimbulkan dampak negatif pada perkembangannya dan orang di sekitarnya. Pasalnya, bukan tidak mungkin tingkah cari perhatian anak dapat menyebabkan perselisihan dan gangguan dalam keluarga terlebih dengan saudara-saudaranya. Jika Anda sudah kewalahan dalam menghadapi tingkah anak, mungkin Anda memerlukan bantuan seorang psikolog anak.

Sumber gambar

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY