Phantom Manikin untuk menekan Angka Kematian Ibu di Indonesia

Sehatfresh.com #Infotorial – Dalam tiga dekade terakhir ini kondisi kesehatan di Indonesia telah mengalami peningkatan yang cukup berarti, akan tetapi jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, maka peningkatan tersebut masih terhitung rendah. Permasalahan utama yang dihadapi adalah masih rendahnya kualitas kesehatan masyarakat yang terlihat pada Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Ibu (AKI) (yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas) sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Tingginya angka kematian ibu saat melahirkan tidak lepas dari kualitas tenaga kesehatan yang ada di Indonesia.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita Farid Moeloek mengakui Angka Kematian Ibu (AKI) masih tinggi sehingga masih belum mencapai target Millenium Development Goals (MDGs). Masalah kesehatan lain yang masih dihadapi adalah tingginya Angka Kematian Bayi (AKB), fasilitas kesehatan, sumber daya kesehatan, tenaga dokter puskesmas, tenaga bidan desa, akses air minum dan sanitasi, hingga gizi buruk.  “AKI masih tinggi memang agak sulit. Data SDKI tahun 2012 terdapaat 359 ibu per seratus ribu,” katanya dalam acara di Universitas  Indonesia (UI) Depok. Range angka AKI tersebut, kata dia, juga berbeda di setiap daerah.

Rendahnya kualitas tenaga kesehatan di Indonesia disebabkan salah satunya, karena minimnya fasilitas pendidikan kesehatan yang dimiliki beberapa perguruan tinggi selama ini. Padahal pemenuhan fasilitas pendidikan kesehatan diyakini akan berdampak pada meningkatnya kualitas tenaga kesehatan yang muncul. Misalnya properti dalam latihan praktek saat pembelajaran di kelas dibutuhkan manikin. Penggunaan manikin sebagai sarana berlatih mahasiswa ini sangat berguna karena dapat menggantikan bagian tubuh manusia sebagai objek untuk berlatih keterampilan medis yang kadang invasif. Penggunaan manikin ini terbukti sangat berguna, karena mahasiswa bisa berlatih berulang-ulang tanpa menyakiti pasien. Mahasiswa bisa bisa berlatih secara langsung dengan tanpa takut salah dan menyakiti orang lain, meningkatkan kepercayaan diri dan menyiapkan mental mereka sebelum memasuki pendidikan klinis di rumah sakit.

Anggapan selama ini dalam pemenuhan manikin dibutuhkan anggaran dan biaya yang besar. Jangan khawatir, akhir-akhir ini beberapa perusaahan penyedia alat kesehatan dan alat peraga kedokteran (Manikin/ phantom) bekerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Salah satunya adalah PT Daya Inti Kurnia Abadi atau dikenal dengan brand DIKAMED. Hal ini pun dibenarkan oleh Ibu Alisa selaku Manager Marketing Dikamed, “PT Daya Inti Kurnia Abadi menyediakan berbagai macam manikin dengan berbagai brand seperti General Doctor (RRC), Erler Zimmer (Jerman)  dan masih banyak lagi.” beliau juga menambahkan “Dikamed telah lama dipercaya oleh beberapa fakultas kesehatan di universitas  dan rumah sakit negeri maupun swasta yang ada di Indonesia”, saat ditemui di kantornya yang beralamat di Wisma Bayuadji suite 312 Jl Gandaria Tengah 3 No 44 Jakarta Selatan.

Informasi lebih lanjut berbagai jenis manikin dapat klik disini

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY