Kista Pada Testis

SehatFresh.com – Ketika mendengar kata “kista”, kebanyakan orang mungkin mengidentikannya dengan penyakit wanita. Padahal, pria juga kerap mendapati kista pada bagian tubuhnya. Pada umumnya, kista pada pria kerap tumbuh pada testis, di mana tempat terjadinya pembentukan sel sperma dan hormon testosteron. Kondisi ini disebut spermatokel atau kista spermatik. Gangguan ini bisa berkembang di segala usia, namun paling sering ditemui pada pria usia 40 tahun ke atas. Ketika masih berukuran kecil, pertumbuhan kista seperti ini masih dianggap belum berbahaya.

Kista merupakan sebuah gumpalan yang berbentuk cairan yang menempel pada bagian tubuh tertentu yang bila dibiarkan gumpalan tersebut akan semakin membesar. Bentuk kista ini bervariasi. Umumnya, beberapa terbentuk menyerupai kristal yang berisi cairan yang kental sementara beberapa lainnya menyerupai anggur. Kista ini dapat pula berisi nanah, dan udara, atau juga materi lainnya. Kista berkembang cenderung lambat sehingga resiko pecahnya terbilang rendah. Kista bisa timbul akibat cedera atau peradangan. Kemungkinan penyumbatan saluran di dalam testis juga dapat menyebabkan pembentukan spermatokel. Saat Anda memasuki empat puluhan dan lima puluhan, ada kemungkinan Anda mungkin mengembangkan kista testis, terlepas dari mana Anda dilahirkan atau dibesarkan.

Spermatokel atau kista spermatik ini termasuk dalam jenis penyakit yang jinak. Bahkan sejumlah ahli menyatakan penyakit ini sebenarnya tidak perlu diobati, meski memang untuk beberapa kasus harus dilakukan pembedahan untuk membuang kantung cairan yang terdiri dari darah, cairan, ataupun sel-sel yang mati di dalamnya. Pengobatan biasanya diperlukan jika penderitanya sudah merasa sangat terganggu dan tidak nyaman karena kondisi alat kelaminnya semakin membesar atau ada kemungkinan dapat mengancam aliran darah ke bagian testis. Selain tindakan operasi, jenis pengobatan berupa pengisapan cairan atau disebut sebagai aspirasi jarum juga dapat dilakukan. Sayangnya, terkadang cara pengobatan ini tidak benar-benar menuntaskan penyakit ini sehingga dapat kambuh atau menyebabkan infeksi.

Tidak ada yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya kista spermatik kecuali dengan menghindari cedera dan paparan zat yang bisa mengiritasi testis. Sangat penting untuk melakukan pemeriksaan secara teratur testis setidaknya sebulan sekali untuk memastikan setiap perubahan abnormal pada ukuran atau tekstur kista. Bila terdeteksi dini, kista spermatik sederhana dapat dikelola secara konservatif dengan USG rutin di bawah pengawasan uroradiologist berpengalaman, tanpa perlu operasi.

Sumber gambar : id.wikihow.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY