Konjungtivitis atau Peradangan pada Membran Bening Pelapis Kelopak Mata

0
7
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ada beberapa penyakit yang menyebabkan mata merah dan berair. Salah satunya konjungtivitis, yakni peradangan pada konjungtiva (membran bening) yang melapisi kelopak mata dan menutupi bagian putih bola mata. Penyakit mata ini bisa dialami anak-anak maupun orang dewasa.

Konjungtivitis bisa menjadi salah satu gejala alergi. Pemicunya antara lain serbuk sari, bulu binatang dan tungau. Bahan kimia seperti kaporit pada kolam renang juga dapat memicu konjungtivitis. Namun, dalam kebanyakan kasus, penyebab peradangan disebabkan oleh bakteri ataupun virus. Serangan bakteri atau virus membuat pembuluh darah kecil di konjungtiva menjadi meradang, sehingga menyebabkan bagian putih mata berwarna pink atau kemerahan.

Konjungtivitis bakteri seringkali disebabkan oleh bakteri yang sama yang menyebabkan infeksi radang tenggorokan dan staph. Sedangkan pada konjungtivitis virus, penyebab umumnya adalah virus yang menyebabkan common cold. Apa pun penyebabnya, konjungtivitis termasuk penyakit mata yang membuat tidak nyaman dan sangat menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan cairan mata orang yang terinfeksi.

Konjungtivitis umumnya tidak berpengaruh pada fungsi melihat. Akan tetapi, penyakit ini membuat penderitanya sangat tidak nyaman dan bisa sangat menular selama dua minggu setelah gejala muncul. Gejala bisa tampak pada satu atau kedua mata. Gejala konjungtivitis secara umum meliputi:

  • Kemerahan
  • Gatal
  • Mata seperti berpasir
  • Mata berair
  • Kerak mata berlebihan sehingga mata susah dibuka ketika bangun di pagi hari

Jika Anda mengalami gejala-gejala konjungtivitis, lebih baik segera periksa ke dokter mata. Penanganan yang cepat dapat mengurangi risiko penularan konjungtivitis pada orang-orang di sekitar Anda. Jika Anda memakai lensa kontak, lebih baik segera hentikan pemakaian jika mata memerah atau iritasi. Jangan menunda waktu untuk memeriksakan diri ke dokter jika kondisi mata tak membaik dalam kurun waktu 12 hingga 24 jam. Konjungtivitis yang dibiarkan bisa menyebabkan kornea meradang. Kondisi ini dapat mengganggu penglihatan Anda.

Kasus konjungtivitis juga terkadang ditemukan pada bayi yang baru lahir. Mata bayi yang baru lahir rentan terhadap bakteri yang ada di jalan lahir ibu. Bakteri tidak menyebabkan gejala pada ibu. Namun, dapat menyebabkan bayi menderita bentuk konjungtivitis serius yang disebut ophthalmia neonatorum. Ibu yang menderita penyakit menular seksual juga berisiko menularkan virus ke bayinya. Konjungtivitis pada bayi baru lahir membutuhkan perawatan segera guna mencegah gangguan penglihatan yang serius. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY