Mengobati dan Mencegah Infeksi Telinga pada Bayi

0
8
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Jika bayi Anda menjadi lebih rewel dari biasanya dan tampak menarik-narik telinga, kemungkinan ia terkena infeksi telinga. Terutama bila bayi Anda sebelumnya menderita selesma. Penyebabnya bisa karena bakteri ataupun virus yang menyebabkan peradangan pada saluran eustachius, yaitu saluran yang mengubungkan telinga bagian tengah dan bagian belakang. Saluran tersebut menjadi menyempit dan cairan berkumpul di belakang gendang telinga, sehingga menyebabkan telinga terasa nyeri dan tertekan.

Infeksi telinga bisa menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa. Karena bayi tidak bisa memberitahu secara langsung, ada beberapa gejala yang bisa orangtua kenali, antara lain mudah marah, menarik atau memukul telinga, nafsu makan menurun, sulit tidur dan kesulitan merespon suara. Kebanyakan kasus infeksi telinga dapat membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam kurun waktu satu hingga dua minggu. Namun, jika bayi Anda menunjukkan gejala-gejala infeksi telinga, penting untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter guna mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat. Terutama jika gejala berlangsung lebih dari satu hari atau bayi Anda berusia di bawah 6 bulan.

Antibiotik cukup sering diresepkan untuk pengobatan infeksi telinga, terutama untuk bayi yang usianya belum 6 bulan. Namun, ini tak selalu opsi terbaik karena bisa menimbulkan efek samping di mana yang sangat dikhawatirkan adalah tubuh bayi menjadi resisten terhadap antibiotik. Karenanya, American Academy of Pediatrics dan American Academy of Family Physicians merekomendasikan pendekatan wait and see pada pasien:

  • Anak-anak usia 6 sampai 23 bulan dengan nyeri telinga bagian dalam ringan pada satu telinga kurang dari 48 jam dan suhu tubuh kurang dari 39 C.
  • Anak-anak usia 24 bulan ke atas dengan nyeri telinga bagian dalam ringan pada salah satu atau kedua telinga kurang dari 48 jam dan suhu tubuh kurang dari 39 C.

Setelah melewati masa tunggu, dokter mungkin meresepkan antibiotik untuk pasien:

  • Anak-anak usia 6 bulan ke atas dengan nyeri telinga sedang sampai berat pada satu atau kedua telinga selama setidaknya 48 jam atau suhu tubuh lebih dari 39 C.
  • Anak-anak usia 6 sampai 23 bulan dengan nyeri telinga bagian dalam ringan pada satu atau kedua telinga kurang dari 48 jam dan suhu tubuh kurang dari 39 C.
  • Anak-anak usia 24 bulan ke atas dengan nyeri telinga bagian dalam ringan pada salah satu atau kedua telinga kurang dari 48 jam dan suhu tubuh kurang dari 39 C.

Untuk meringankan rasa sakit, orangtua bisa melakukan perawatan rumahan, seperti:

  • Menerapkan kompres hangat pada area telinga yang terinfeksi.
  • Jika bayi Anda berusia lebih dari dari 6 bulan, acetaminophen (Tylenol) dapat membantu meringankan rasa sakit dan demam. Namun, penggunaannya harus sesuai resep dokter atau instruksi pada label produk.
  • Sedikit tinggikan tempat tidur bayi Anda untuk memperbaiki drainase sinus bayi. Jangan meletakkan bantal langsung di bawah kepala bayi. Letakkanlah satu atau dua bantal di bawah kasurnya.

Infeksi telinga pada bayi sebetulnya bisa dicegah dengan cara-cara berikut ini:

  • Jika memungkinkan, beri bayi Anda ASI ekslusif selama enam bulan pertama kehidupannya. Ini merupakan tindakan preventif yang krusial karena ASI mengandung antibodi yang dapat melindungi bayi dari serangan infeksi, termasuk selesma dan infeksi telinga.
  • Jika Anda memberi susu dalam botol, posisikan agar tubuhnya tegak. Ketika menghisap botol dalam posisi berbaring, saluran telinga bagian dalam mulai terbuka. Hal ini memudahkan cairan dan kuman dari tenggorokan masuk ke telinga tengah sehingga meningkatkan risiko infeksi.
  • Jauhkan bayi dari asap rokok. Partikel tembakau bisa mengendap di saluran telinga bagian dalam. Hal ini bisa menyebabkan saluran telinga tidak bisa menguras cairan dengan baik sehingga meningkatkan kerentanan bayi terkena infeksi telinga. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY