Manfaat Magnesium Untuk Atasi Migran

Migrain merupakan salah satu keluhan yang umum terjadi pada orang dewasa. Migrain umumnya ditandai dengan nyeri kepala berdenyut di salah satu sisi dengan intensitas yang sedang sampai berat dan semakin parah pada saat melakukan aktifitas. Menurut Albert Einstein College of Medicine, sekitar 18 persen wanita dan 6 persen pria di Amerika Serikat menderita migrain. Lebih dari setengah dari orang-orang ini mengalami penurunan yang signifikan di sekolah atau prestasi kerja karena migrain yang mereka derita. Meskipun telah diberi obat resep, migrain seringkali sulit untuk dikendalikan.

Mekanisme akurat yang memicu migrain masih belum jelas. Gangguan pergerakan ion kalsium, defisiensi magnesium, kadar nitrous oxide yang tinggi dan ketidakseimbangan neurotransmitter diduga menjadi beberapa penyebab seseorang alami migrain. Tinjauan “Neurology” tahun 2011 menyatakan bahwa penyempitan pembuluh darah pada otak adalah faktor utama penyebab migrain di banyak individu. Sebagai pengobatan di rumah, magnesium bisa sangat membantu mengatasi keluhan migrain.

Magnesium adalah unsur logam yang dianggap macromineral oleh ahli gizi, yang berarti Anda harus mengkonsumsi dalam jumlah yang cukup besar agar tetap sehat. Sebagian besar asupan makanan yang mengandung magnesium berasal dari makanan nabati, karena mineral ini adalah komponen dari molekul klorofil. Sumber alami magnesium bisa didapat dari sayur-sayuran hijau serta kacang-kacangan. Dr Elson Haas, penulis buku  “Staying Healthy with Nutrition,” melaporkan bahwa magnesium berperan dalam ratusan reaksi enzimatik dalam sel tubuh yang salah satunya membantu untuk mengendurkan otot, termasuk di dinding pembuluh darah.

Magnesium bisa mengurangi nyeri dan menenangkan sistem saraf, yang mungkin dapat membantu meringankan migraine termasuk migraine akibat menstruasi. Magnesium akan mempengaruhi produksi dan regulasi serotonin. Serotonin merupakan zat kimia yang diproduksi oleh tubuh dan diperlukan sel-sel saraf dan otak untuk berfungsi dengan baik. Banyak orang yang kekurangan magnesium karena gula dan makanan tinggi lemak, yang menghalangi penyerapannya ke dalam tubuh. Orang yang menderita migrain biasanya memiliki kadar magnesium di bawah normal.

Tinjauan “American Family Physician” tahun 2009 melaporkan bahwa kadar serum magnesium cenderung rendah pada orang dengan sakit kepala vaskular, seperti migrain dan sakit kepala cluster. Sebuah studi tahun 2002 menunjukkan bahwa magnesium sulfat intravena membantu meringankan migrain pada pasien dengan atau tanpa “aura,” dan percobaan 1996 di erman menunjukkan bahwa dosis harian tunggal 600 mg trimagnesium lisan sitrat dapat menurunkan frekuensi serangan migrain lebih dari 40 persen di antara subyek penelitian. Kedua studi tersebut diterbitkan dalam jurnal “Cephalalgia.”

The Institute of Medicine America menyarankan asupan harian magnesium pada kisaran 30-420 miligram, tergantung pada status usia, jenis kelamin dan kondisi kesehatan Anda. Dosis yang lebih tinggi sekitar 600 miligram setiap hari, tampaknya diperlukan untuk pencegahan migrain. Magnesium dapat mengganggu penyerapan beberapa antibiotik, relaksan otot, calcium channel blockers atau obat yang digunakan untuk meningkatkan kepadatan tulang. Orang dengan penyakit ginjal harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengambil suplemen magnesium.

 *pic made-in-china.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY