Masalah Obesitas Pada Remaja

0
143

Pada masa remaja ditandai dengan adanya pertumbuhan fisik yang cepat. Keadaan fisik pada masa remaja dipandang sebagai suatu hal yang penting, namun ketika keadaan fisik tidak sesuai dengan harapannya (ketidaksesuaian antara body image dengan self picture) dapat menimbulkan rasa tidak puas dan kurang percaya diri. Begitu juga, perkembangan fisik yang tidak proporsional atau obesitas.

Obesitas adalah kondisi di mana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebihan. Obesitas dua kali lebih sering terjadi pada remaja. Meskipun lebih sedikit dibandingkan sepertiga orang dewasa gemuk yang obesitas adalah remaja, sebagian remaja yang kegemukan tetap kegemukan ketika dewasa. Kegemukan dapat diturunkan dari generasi sebelumnya pada generasi berikutnya di dalam sebuah keluarga. Itulah sebabnya seringkali dijumpai orangtua yang gemuk cenderung memiliki anak-anak yang gemuk pula.  Hal ini menjadi mungkin karena pada saat  ibu yang obesitas sedang hamil, maka unsur sel lemak yang berjumlah besar dan melebihi ukuran normal, secara otomatis akan diturunkan kepada sang bayi selama dalam kandungan. Faktor lingkungan ternyata juga mempengaruhi seseorang untuk menjadi gemuk. Jika seseroang dibesarkan dalam lingkungan yang menganggap gemuk adalah simbol kemakmuran dan kesejahteraan, maka orang tersebut akan cenderung menjadi gemuk.

Faktor yang mempengaruhi obesitas pada remaja pada dasarnya sama seperti pada orang dewasa yaitu makan terlalu banyak dan kurang berolahraga. Tingkat pengeluaran energi tubuh sangat peka terhadap pengendalian berat tubuh. Pengeluaran energi tergantung pada tingkat aktivitas dan olah raga secara umum dan tingkat energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi minimal tubuh. Orang yang obesitas lebih responsif dibanding dengan orang berberat badan normal terhadap isyarat lapar, seperti rasa dan bau makanan, atau saatnya waktu makan. Orang yang gemuk cenderung makan pada ingin makan, bukan makan pada saat lapar. Pola makan berlebih inilah yang menyebabkan mereka sulit untuk keluar dari kegemukan.

Meski aktivitas fisik hanya mempengaruhi satu pertiga pengeluaran energi seseorang dengan berat normal, tapi bagi orang yang memiliki kelebihan berat badan aktivitas fisik memiliki peran yang sangat penting. Pada saat berolahraga, kalori akan terbakar. Semakin sering berolahraga maka semakin banyak kalori yang dikabar. Kalori  secara tidak langsung mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. Orang yang duduk seharian akan mengalami penurunan metabolisme tubuh. Obesitas membuat kegiatan olahraga menjadi sangat sulit dilakukan dan kurangnya olahraga secara tidak langsung akan mempengaruhi turunnya metabolisme tubuh orang tersebut. Jadi olah raga sangat penting dalam penurunan berat badan, tidak hanya dapat membakar kalori, tetapi juga karena dapat membantu mengatur berfungsinya metabolis tubuh secara normal.

Meskipun sebagian besar komplikasi obesitas terjadi pada masa dewasa, remaja yang kegemukan lebih mungkin memiliki tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2 dibandingkan dengan remaja lain dengan berat badan normal. Intervensi untuk remaja yang obesitas harus memfokuskan pada penerapan pola makan sehat dan seimbang serta kebiasaan berolahraga dibandingkan menghilangkan berat badan dalam jumlah tertentu. Pengurangan asupan dengan mempertahankan pola seimbang pada diet harian, membuat perubahan tetap pada kebiasaan makan, dan meningkatkan aktifitas fisik adalah cara efektif dalam mengatasi masalah obesitas di usia remaja.

*pic riaulive.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY